Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Lebay Banget


__ADS_3

"Hem... jadi karena itu kamu diem." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


Dengan menganggukkan kepala Ayunda pun kemudian berucap "iya."


"Yank... yank... kamu nih, udah nggak perlu di pikirin lagi. Sekarang lebih baik kita susul adek, tante sama om. Liat mereka udah lumayan jauh. Kamu mau tetep di sini." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


Ayunda kemudian melihat ke arah si bungsu, tante Erni dan om Beni yang benar ada nya bahwa mereka saat ini telah berada cukup jauh dari tempat mereka berdiri.


Lalu pandangan Ayunda mulai melihat ke arah Dion.


Tak lama setelah pandangan itu mengarah ke Dion. Ayunda mulai mengeluarkan suaranya.


"Hem... gak lah kak, ngapain juga aku di sini lama - lama. Lebih baik susul mereka aja kak. Bisa makan, iya nggak. Mana udah lapar juga sih. Hehehe..." kata Ayunda menjawab ucapan Dion dengan tersenyum di akhir kalimat yang ia ucapkan.


"Kalau menurut kakak sih nggak bener yank. Yang bener tuh kakak bisa makan kamu." kata Dion menjawab asal ucapan Ayunda.


Jawaban asal Dion ini pun menyebabkan Ayunda sempat memelototkan matanya untuk beberapa detik.

__ADS_1


"Apa? kakak mau makan aku. Ckckck... ckckck... kakak gak salah bicarakan. Kakak tau kan kalau aku ini bukan makanan. Mana bisa di makan. Aneh nih, kakak." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


"Nggak aneh lah yank, kamu kan memang bisa di makan." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Caranya itu seperti apa? masa iya di makan langsung." kata Ayunda yang heran dengan ucapan Dion yang mulai ngaco.


"Jangan tanya caranya dong yank. Ntar kakak bisa bener - bener makan kamu. Udah yuk langsung susul mereka aja." kata Dion yang langsung mengalihkan pembicaraan.


"Ah... suka gitu deh, padahal kan udah penasaran. Hem... ya udah kalau kakak nggak mau kasih tau. Aku duluan aja susul mereka nya. Dah kak." kata Ayunda menjawab ucapan Dion dan meninggalkan Dion yang masih terdiam.


"Yank, ko kamu jagat sih. Masa kakak di tinggal. Ntar kalau ke sasar gimana?" kata Dion yang memanggil Ayunda.


"Biarin nanti juga bisa pulang sendiri." kata Ayunda yang masih berjalan tanpa melihat ke arah Dion yang berada di belakang tubuh nya sama sekali.


"Ya ampun istri ku ini jahat sekali. Masa ngebiarin suaminya ke sasar. Yank, yank." kata Dion terdengar lebay di telinga Ayunda.


"Lebay banget sih kak, susul dong kalau nggak mau di tinggal, apa susah nya sih." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.

__ADS_1


"Susah yank, ih... susah. Tungguin dong." kata Dion yang malah semakin lebay.


Membuat Ayunda yang masih berjalan kini mulai menghentikan langkah kakinya dan ia mulai melihat ke arah belakang tubuhnya.


"Kak barusan kakak yang bilang kaya gitu kan. Aku nggak salah denger." kata Ayunda yang tak percaya sehingga ia bertanya pada Dion.


"Iya yank, siapa lagi coba?" kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Nggak tau, mungkin orang lain. Soalnya kan kakak jarang banget bilang kaya barusan gitu bicaranya. Makannya agak sedikit aneh." kata Ayunda menjawab apa adanya ucapan Dion sesuai dengan yang ia rasakan saat ini.


"Sekarang di biasain aja yank, takutnya kalau nanti, kamu malah bilang aneh lagi saat kakak bicara kaya barusan di lain waktu." kata Dion menjawab ucapan Ayunda dan meminta Ayunda untuk membiasakan diri mendengar ucapan Dion yang sedikit aneh.


"Hem... terserah kakak lah, pusing lama - lama bicara sama kakak. Kata orang - orang mah... em... nggak jadi deh." kata Ayunda yang malah gak jadi melanjutkan lagi ucapannya.


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2