
"Kalau om mau ketawa, ketawa aja om. Aku nggak akan marah ko. Kita kan sekarang berteman." kata Radit layaknya orang dewasa berkata pada Dion.
"Hem... baik lah teman baru nya om. Lain waktu kalau om pengen ketawa om nggak akan tahan lagi. Oke teman." kata Dion menjawab ucapan Radit.
"Oke om, aku pegang ya ucapan om ini. Awas aja kalau om berani tahan lagi. Liat aja ntar aku bakal kasih om hukuman." kata Radit sambil menyimpan tangannya di depan dada karena ia sedang mengancam Dion.
"Baik lah, baik lah, teman. Om nggak akan kaya gitu lagi." kata Dion menjawab ucapan Radit.
"Oke kalau gitu om." kata Radit menjawab ucapan Dion.
Sementara mamah Radit, ia hanya bisa geleng - geleng kepala melihat tingkah putra nya ini. Selain menggelengkan kepala, mamah Radit ternyata berbicara juga di dalam hatinya.
"Ya ampun anak aku ini. Bisa - bisa nya langsung ngacam orang kaya gini. Radit, Radit kamu nih bikin mamah takut aja. Beruntung pak Dion ini nggak marah saat kamu bilang kaya gitu ke dia. Kalau marah, ntahlah mamah nggak tau kamu akan jadi apa nanti nerima kemarahannya." kata mamah Radit di dalam hatinya.
"Ya udah, teman om langsung pamit ya."
__ADS_1
"Oke om, tapi om ko om buru - buru. Mau kemana sih om?"
"Kata nya oke, ko Radit masih tanya juga sama om."
"Em... soalnya aku penasaran om, om ko keliatan terburu - buru gitu. Biar aku tebak om lagi cari pacar nya om ya. Makannya terburu - buru." kata Radit menjawab sesuai dengan apa yang ia pikirkan saat ini.
"Sayang kamu ini, jangan kaya gitu. Nggak baik pengen tau urusan orang dewasa." kata mamah Radit yang seketika langsung menjawab ucapan Radit.
"Ih... mamah aku kan cuman tebak aja. Kan belum tentu ucapan aku itu bener. Iya kan om, aku nggak salah bicara kaya gitu ke om." kata Radit menjawab ucapan mamahnya dan bertanya juga pada Dion.
"Iya nggak papa ko Radit. Ucapan kamu juga nggak sepenuh nya salah. Om memang lagi cari seseorang tapi bukan pacar."
"Istri om, maksudnya om lagi cari istri om."
"Oh, jadi om lagi cari tante. Kalau Radit boleh tau om lagi marahan ya sama tante nya makannya om di tinggal."
__ADS_1
"Ya ampun ini anak, bilangnya ko bener banget sih. Pinter juga ternyata nih anak, aku harus cari jawaban yang tepat nih biar nggak terus - terusan di tanya." kata Dion di dalam hatinya sebelum menjawab ucapan Radit.
Kemudian ia pun mulai menjawab ucapan Radit.
"Nggak ko, om nggak lagi marahan sama tante tapi tadi tante izin ke om mau ke toilet, tapi sampai sekarang belum dateng - dateng tante nya. Makannya om mau cari dulu tante nya takut kesasar bisa - bisa om, ntar nggak bisa liat tante lagi dong. Terus nanti om kangen sama tantenya." kata Dion akhirnya menjawab ucapan Radit dengan mengarang cerita dari hal yang sebenarnya.
"Gitu ya om, aku kira om nya lagi marahan sama tante nya. Ya udah om, om cari tante dulu nya aja. Ntar aku telpon om kalau aku pengen tau perkembangannya. Apa om udah temukan tante nya atau belum. Boleh kan om." kata Radit menjawab ucapan Dion.
"Oke Radit, boleh ko. Om pergi dulu ya."
"Iya om, semoga tante nya cepet ketemu ya om."
"Iya Radit, makasih." kata Dion menjawab ucapan Radit.
"Sama - sama om." kata Radit menjawab ucapan Dion.
__ADS_1
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼