Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Datanglah Penyelamat


__ADS_3

Ketika Ayunda telah menyelesaikan ucapannya itu. Dion tak lagi menjawabnya ia malah mendekatkan dirinya ke dekat telinga Ayunda. Lalu Dion pun berbisik di sana.


"Kamu tau yank, kakak paling nggak suka jika maha karya yang kakak buat di lehermu ini. Kamu sebut maha karya orang lain." kata Dion dalam berbisik nya itu.


"Dan satu lagi. Jika kamu masih kekeh dengan gigitan di lehermu itu oleh drakula dan vampir. Nanti malem akan kakak buktikan padamu bahwa apa yang kamu pikirkan itu salah besar. Camkan itu baik - baik." ucap Dion lagi yang seketika itu membuat Ayunda sampai diam untuk beberapa saat.


"Gleg... " suara saliva yang susah payah Ayunda telan, ketika ia telah mendengar ucapan Dion yang hanya terdengar dan di rasakan oleh Ayunda saja.


Lalu setelah itu Dion pun mulai menjauhkan dirinya dari Ayunda. Dan berniat ingin kembali lagi ketempat tadi ia, sebelum di suruh Ayunda mendekati nya.


Belum beberapa langkah Dion pergi. Suara Ayunda pun terdengar. Dan sepertinya Ayunda sudah kembali dari terdiamnya itu.


"Ta...pi k..ak... i...tu... kan..." Suara Ayunda yang terbata - bata karena ada rasa ketakutan dalam dirinya itu. Dan ucapan itu pun seketika di potong oleh Dion yang langsung membalikan badannya kembali menghadap ke Ayunda.


"Itu apa?" suara Dion yang ketus.

__ADS_1


"Itu... itu...itu..." hanya tiga kata yang sama lah yang Ayunda ucapkan pada Dion.


Hingga Dion akhirnya tak sabar dengan ucapan Ayunda dan malah mendekatkan dirinya kembali kepada Ayunda. Ia bermaksud agar Ayunda secepat mungkin menjawab perkataannya itu. Sebelum Dion sudah berada di dekat Ayunda.


Namun, bukannya cepat menjawab, Ayunda malah semakin ketakutan dan seperti tak ingin menjawabnya. Tetapi akhirnya Ayunda pun, mulai mengeluarkan kembali suaranya itu.


"Em...itu kak" kata Ayunda masih menggantung ucapannya.


"Apa?" hanya kata itulah yang terucap dari Dion.


"Kriuk...kriuk...kriuk..." suara yang keluar dari perut Ayunda. Yang menandakan bahwa cacing - cacing di perutnya ingin cepat di isi sesuatu agar tak berbunyi lagi.


Kemudian Dion pun mulai teralihkan dengan rasa keingintahuannya itu setelah mendengar suara dari perut Ayunda. Karena ia pun baru tersadar bahwa ia juga belum mengisi perutnya dengan sesuatu sejak tadi.


Seketika Dion pun langsung menyuruh Ayunda agar cepat menyelesaikan berdandannya yang sempat terhenti. Lalu menyuruhnya untuk pergi ke meja makan menyusulnya nanti.

__ADS_1


Karena Dion langsung melangkahkan kakinya setelah mengucapkan kata - kata itu. Sementara Ayunda bernafas lega bisa terhindar dari keingintahuan Dion.


"Selamet - selamet, untung saja berbunyi kalau nggak entahlah aku nggak tau mau bilang apa pada kakak. Apa lagi tadi liat mukanya kakak yang nggak enak buat di pandang. Tapi untuknya bisa terselamatkan." ucap lega yang Ayunda katakan tak kala Dion sudah tak ada di kamar ini.


Lalu ia pun langsung bergegas menyelesaikan berdandannya dan langsung melangkahkan kaki keluar dari kamar menuju meja makan.


Terlihatlah Dion sudah duduk di salah satu kursi yang ada di meja makan tersebut. Yang tersedia berbagai macam makanan di sana. Namun, sepertinya makanan itu sudah mulai dingin karena yang harusnya makanan itu di makannya tadi. Malah baru akan di makan oleh kami.


Bersambung...


Sambil menunggu up berikutnya.


mampir yuk ke ceritanya author yang lain.


Dengan judul : Status Yang Tak Pernah Ku inginkan

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2