Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Lari Terbirit - birit


__ADS_3

Terdengarlah suara benda yang tak bisa menahan beban terlalu berat.


Trok...tok..Trok...tok....


Dan berikutnya yang terjadi adalah rusaknya kursi goyang itu.


Brug...


Ayunda dan Dion pun karena tak sempat berdiri dari duduk mereka. Akhirnya terjatuh berbarengan dengan kursi goyang yang sudah tak berdiri lagi.


Melainkan sudah tak berbentuk seperti kursi lagi. Hingga untuk beberapa saat mereka berdua pun terdiam. Dan akhirnya tertawa begitu saja ketika mereka sudah kembali dari terdiam nya itu.


"Haha...haha...haha..." suara tawa mereka pun terdengar.


"Ya ampun kak, kursinya rusak. Terus gimana kak, apa nanti pak Dadang marah nggak ya. Atau mungkin hantu penghuni kursi goyang ini marah nggak ya kak. Ko aku jadi nggak tenang gini kak" kata Ayunda yang mulai khawatir.


"Tenang yank nanti urusan kursi ini biar kakak aja yang urusin sama pak Dadang. Bisa kakak ganti dengan kursi yang baru atau mungkin kakak yang harus memperbaiki kursi ini. Jadi jangan khawatir lagi." kata Dion yang menenangkan Ayunda.

__ADS_1


"Hem... Tapi kak kalau hantunya yang nggak terima kursinya di rusak gimana. Apa kakak juga akan coba memperbaikinya" kata Ayunda yang masih belum puas dengan jawaban dari Dion.


"Gimana ya, kalau yang itu kakak nggak tau, bisa atau nggak nya yank. Tapi kakak harap sih hantunya nggak akan marah." kata Dion yang masih belum tau harus berbuat apa jika hantunya yang nggak terima dengan rusaknya kursi goyang itu.


Ketika mereka berdua sedang hanyut dalam pembahasan mengenai apa yang akan terjadi nanti atas kesalahan mereka ini. Terdengarlah suara seseorang di belakang mereka.


"Hey... apa yang sedang kalian lakukan" suara itu terdengar sangat menyeramkan dan sangat berat saat di ucapkan.


Hingga muncul lah pemikiran - pemikiran negatif dalam benak Ayunda dan Dion saat ini. Lalu dengan reflek Ayunda pun bertanya pada Dion.


Lalu Dion pun menjawabnya "Nggak tau yank. Kalau nggak salah malam ini tuh malah jum'at yank."


"Oh gitu ya kak. Apa kak malam Jum'at, kakak nggak salah kah" kata Ayunda yang bertanya kembali apakah benar malam ini malam Jum'at.


Dion lalu menjawabnya hanya dengan mengagukkan kepalanya saja.


Setelah itu, Ayunda dan Dion pun saling tatap dan tanpa berpikir lagi mereka berdua lalu lari terbirit - birit menuju kamar yang mereka tempati di penginapan ini.

__ADS_1


Tanpa melihat kebelakang dan tanpa tau siapa yang mengeluarkan suara itu. Hingga yang mereka pikirkan hanya satu yaitu bisa pergi dari tempat itu secepatnya.


Dan akhirnya mereka berdua pun telah sampai di kamar. Lalu Dion mengunci pintunya dengan sangat cepat.


Sedangkan Ayunda masih mencoba mengatur nafasnya yang tersenggal - senggal


"Huh...hos...Huh...hos..." suara nafas Ayunda yang tak beraturan.


Sementara itu suara yang keluar tadi adalah suara dari pak Dadang yang ingin mengambil handphone nya yang tertinggal tadi.


Awalnya pak Dadang ingin mengambil handphone ini besok pagi. Tetapi ternyata ia memerlukan handphone ini segera dan akhirnya ia pun datang ke ruangan ini.


"Lah kenapa dengan mereka. Ko sampai lari terbirit - birit gitu. Lupain aja lah lebih baik saya segera ambil handphone nya. Tapi dimana ya saya simpannya tadi. Ko saya jadi lupa gini ya" kata pak Dadang yang terheran - heran dan bingung dengan sikap yang di tunjukkan oleh Ayunda dan Dion tadi.


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2