
Baik Riri ataupun Rubi kini malah sama - sama terdiam untuk beberapa saat lamanya.
Sampai akhirnya salah satu di antara mereka memulai kembali pembicaraan.
"Em... pah." kata Riri yang ternyata orang yang mulai pembicaraan itu.
Rubi yang masih terdiam seketika langsung menjawab ucapan Riri.
"Iya mah." kata Rubi menjawab ucapan Riri.
"Mau di lanjutin lagi nggak bicaranya. Kalau mau, papah dulu aja yang bicara."
"Di lanjutin aja mah. Tapi mamah aja dulu yang bicara."
"Papah aja yang duluan, ntar mamah yang jawab ucapan papah."
"Papah aja." kata Riri pada Rubi.
__ADS_1
"Mamah aja." kata Rubi menjawab ucapan Riri.
"Papah" kata Riri lagi menjawab ucapan Rubi.
"Mamah" kata Rubi lagi menjawab ucapan Riri.
Pembicaraan di antara mereka itu, kini berlangsung sampai beberapa kali dengan terus - menerus seperti itu.
Membuat Riri akhirnya geram dengan pembicaraan yang berlangsung di antara mereka berdua saat ini.
"Argh... pah, mau sampai kapan kaya gini terus. Papah, mamah, papah, mamah. Kalau kaya gini terus yang ada kita nggak akan bahas hal lain lagi. Ya udah sekarang papah dulu aja yang bicara, mamah yang dengerin. Ntar gantian mamah yang bicara papah yang dengerin. Gimana setuju kan, pokok nya setuju nggak setuju papah harus setuju. Titik..." kata Riri yang mulai geram menjawab ucapan Rubi bahkan di akhir kalimat yang ia ucapkan pun tak ingin di protes lagi oleh Rubi.
"Panjang bener mah jawab nya. Terus apa bedanya papah setuju atau nggak tapi papah harus setuju. Kenapa harus ada pilihan sih mah kalau ujung - ujung nya papah malah harus pilih satu kata yang tetep itu - itu aja jawabannya. Ckckck..." kata Rubi menjawab ucapan Riri sambil menggelengkan kepalanya.
"Ya biarin, suka - suka mamah. Ya udah pah, coba papah mau bicara apa ke mamah. Mamah udah siap dengerin nih." kata Riri menjawab ucapan Rubi.
"Gitu deh mamah, kalau udah ada mau nya di setujui pasti maksa. Jadi buat papah nggak bisa nolak. Iya deh iya papah langsung bicara nih. Tapi mamah harus dengerin bener - bener ucapan papah ini." kata Rubi menjawab ucapan Riri.
__ADS_1
"Hehehe... papah bisa aja. Jadi malu nih. Hem... iya pah pasti mamah dengerin baik - baik ko ucapan papah itu." kata Riri menjawab ucapan Rubi dengan tersenyum malu sampai menutup bibir nya dengan salah satu tangannya itu.
Setelah Riri menyelesaikan ucapannya itu, kini Rubi mulai mengucapkan kata yang ia ingin ucapakan tadi pada Riri.
Sementara Riri saat Rubi mengatakan ucapannya itu. Dengan sesama ia terdiam mendengarkan setiap kata demi kata yang keluar dari bibir Rubi pada dirinya saat ini.
Sampai ia hampir tertidur karena terlalu banyak mendengar ucapan dari bibir Rubi saat ini.
Jika Rubi tak langsung menyadari akan hal itu. Mungkin saat ini Riri telah terlelap di sampingnya.
"Ya ampun mah, ko malah keliatan mau tidur sih. Emangnya papah bicara barusan kaya pengantar tidur ya. Sampai kaya gini mamah jadinya." kata Rubi berbicara pada Riri.
Riri yang sudah setengah mengantuk. Tiba - tiba terbangun kembali kesadarannya itu menjadi tak ngantuk lagi. Ketika Rubi mengeluarkan suaranya tersebut pada Riri.
"Hehehe... maaf pah, abisnya ucapan papah itu panjang bener. Bikin mamah jadi ngantuk deh jadinya." kata Riri menjawab ucapan Rubi.
Bersambung...
__ADS_1
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼