Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Cari Masing - Masing


__ADS_3

"Ya kan nggak sekaligus harus banyak yank, maksud nya di..." kata Dion menjawab ucapan Ayunda. Tetapi di potong oleh Ayunda.


"Di apa? jangan coba - coba bikin alesan deh kak." kata Ayunda yang memotong ucapan Dion.


"Em... nggak jadi yank." kata Dion yang malah nggak jadi melanjutkan ucapannya.


Tindakan Dion ini membuat Ayunda menggelengkan kepala nya karena lagi dan lagi Dion tak melanjutkan ucapannya itu.


"Terus aja kaya gini, nggak capek apa kak."


"Bisa nya bicara terus nggak mau lanjutin ucapannya."


"Kakak nih pura - pura nggak tau atau sengaja buat aku emosi."


Itulah ucapan Ayunda yang berbicara terus menerus pada Dion.


"Ko jadi gini yank."


"Kakak yang mulai makannya jadi kaya gini." kata Ayunda yang jutek saat menjawab ucapan Dion.


"Masa sih"


"Perlu aku kasih bukti biar kakak akuin ke salahan kakak."


"Nggak usah yank, hem... iya kakak salah. Maaf udah buat situasi nya jadi kaya gini."


"Telat"


"Terus kalau telat kamu nggak akan maafin kakak."


"Tergantung"


"Yank ko perasan dari tadi kamu jawabnya cuman satu kata aja. Banyakan dong yank kata nya jangan cuman satu."


"Masalah"


"Ya ampun yank, baru aja di bilangin. Kenapa masih satu kata sih jawabnya?"


"Suka - suka"

__ADS_1


"Hem... sekarang sih memang dua kata tapi itu di ulang. Yank jangan gini lah."


"Lalu"


"Yank" kata Dion sambil menatap mata Ayunda.


"Apa?" kata Ayunda yang di tatap oleh Dion.


"Kamu jangan jawab ucapan kakak cuman satu kata aja. Bisa kan yank."


"Bisa"


"Tapi ko masih tetep satu yank."


"Salah"


"Iya lah yank salah. Harusnya kan lebih."


"Gitu"


"Hem" kata Dion hanya menjawab ucapan Ayunda dengan deheman saja.


Entah apa yang sedang mereka lakukan saat tiba - tiba mereka tak melanjutkan lagi pembicaraan mereka tersebut.


Sekitar lima menit baru lah terdengar lagi suara Dion bertanya pada Ayunda.


"Yank udah kan marah nya?" kata Dion bertanya pada Ayunda.


"Siapa?"


"Kamu"


"Aku" kata Ayunda sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya kamu yank, udah kan nggak marah lagi sama kakak."


"Memang nya aku marah kenapa?"


"Ya karena ucapan kakak."

__ADS_1


"Ucapan kakak yank mana?"


"Hem... ya udah deh nggak perlu di bahas lagi."


"Kamu mau lanjut cari adek nggak." kata Dion melanjutkan lagi ucapannya sambil mengalihkan pembicaraan.


"Ya ampun aku lupa. Iya kak mau."


"Ya udah yuk kita cari masing - masing. Maksudnya kamu ke arah kanan sama depan kakak yang ke arah kiri sama belakang. Takutnya adek udah pulang dan lagi ada di sekitaran penginapan. Selain itu biar cepet juga ketemu adek nya. Gimana kamu setuju nggak yank?" kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Oke kak aku setuju. Kalau gitu aku langsung ke sana ya." kata Ayunda sambil menunjuk arah yang akan ia tuju untuk mencari si bungsu.


"Iya yank, semangat." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Hem... iya kak, kakak juga." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


Lalu mereka berdua mulai mencari si bungsu di sekitar penginapan.


Beberapa menit kemudian Dion dan Ayunda bertemu kembali di ruang keluarga.


"Gimana kak ketemu nggak adek nya?"


"Nggak yank, adek nggak ketemu. Kalau kamu ketemu nggak?"


"Sama nggak ketemu juga."


"Hem... itu artinya adek belum pulang yank."


"Iya kak terus gimana dong?"


"Kita tunggu beberapa menit lagi yank, takut nya adek udah mau pulang ke sini."


"Tapi kalau ke sasar gimana?" kata Ayunda yang bertanya pada Dion.


"Jangan berpikiran yang aneh - aneh yank, adek nggak ke sasar ko." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2