
"Ini maksud kakak itu apa sih? kenapa jadi ambigu gini. Em... maksudnya aku ko malah mendadak nggak paham ya, sama yang di maksud kakak."
"Apa karena aku kurang konsentrasi ya, makannya jadi kaya gini."
"Tapi masa sih kaya gitu. Perasaan aku nggak kenapa - kenapa ko. Tapi kenapa jadi kepikiran ya."
"Hem... kakak nih, yang buat aku jadi kaya gini. Makin... makin... apa ya? em... beneran ini mah aku udah nggak fokus. Apa karena terlalu tegang, terlalu capek atau karena terlalu penasaran. Argh... bingung."
Itu lah kata - kata yang Ayunda keluarkan di dalam hatinya. Saat Dion menggandeng tangannya.
Tak lama setelah Ayunda berhenti berbicara di dalam hatinya. Dion kemudian mengeluarkan suara nya pada Ayunda.
"Yank" kata Dion memanggil Ayunda.
Ayunda tanpa menunggu lama langsung menjawab panggilan Dion tersebut.
__ADS_1
"Iya kak, kenapa?" ini lah kata yang Ayunda keluarkan untuk menjawab panggilan Dion tersebut.
"Em... kenapa diem aja. Lagi mikirin apa sih yank?" kata Dion menjawab ucapan Ayunda dengan sebuah pertanyaan.
"Aku... nggak lagi mikirin apa - apa ko. Emangnya nggak boleh ya kak kalau aku diem kaya gini." kata Ayunda yang awalnya kebingungan menjawab ucapan Dion. Namun kemudian ia menjawab ucapan Dion dengan lancarnya.
"Bukan nggak boleh tapi kan lebih baik bicara gitu yank, biar nggak diem - dieman kaya gini. Kaya yank nggak kenal aja. Pada diem seperti ini." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Oh gitu ya kak, tapi nggak papa lah kak, aku nya lagi capek kalau harus bicara terus. Jadi nggak papa kan kita nggak saling bicara dulu." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Kalau kamu capek, kamu mau di gendong sama kakak sampai penginapannya." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
Sambil berkata " nggak kak, nggak, nggak perlu."
"Kenapa nggak perlu yank? padahal kan enak kalau kakak gendong kamu, ntar kamu nya nggak akan kecapean." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
__ADS_1
"Iya sih kak enak, tapi kan..." kata Ayunda kemudian terdiam tak meneruskan lagi ucapannya.
Lalu tak lama setelah ia terdiam. Ia pun mulai melanjutkan lagi ucapannya di dekat telinga Dion.
"Aku malu kak, kalau harus di gendong sama kakak. Kaya aku ini anak kecil aja. Padahal kan aku nggak gitu." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
Dion yang mendapatkan reaksi seperti ini dari Ayunda. Bukan Terfokus pada suara Ayunda. Melainkan pada reaksi Ayunda yang tiba - tiba tepat berada di dekat telinga nya saat ini.
Membuat ia sempat berpikiran hal - hal aneh mengenai reaksi Ayunda ini. Bahkan sepertinya hal aneh itu malah semakin menjadi. Saat Ayunda malah kembali menjauhkan dirinya di dekat telinga Dion tersebut.
"Aduh yank kenapa malah gini sih. Jangan jauh - jauh lah yank. Kakak kan jadi kepikiran hal - hal aneh nih di dalam pikirannya kakak. Kamu harus tanggung jawab yank. Karena bisikan kamu itu. Membuat kakak jadi kaya gini reaksinya." kata Dion berbicara pada dirinya sendiri.
"Em... kalau kakak melakukan hal yang tak seharusnya kakak lakukan jangan salahin kakak ya yank. Ini kan awalnya kamu yang mulai. Jadi ya, tau lah siapa yang salah?" kata Dion melanjutkan kembali ucapannya.
Tiba - tiba Dion langsung menggendong Ayunda tanpa Ayunda sadari sama sekali. Membuat Ayunda sempat tak bisa menyeimbangkan tubuhnya.
__ADS_1
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼