Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Telah Sampai


__ADS_3

"Kakak tau dari mana kalau adek nggak ke sasar." kata Ayunda bukannya langsung berpikiran sesuai dengan yang Dion ucapkan pada dirinya. Ia malah bertanya kembali pada Dion.


"Kakak nggak tau dari mana - mana tapi kakak hanya ingin berprasangka baik aja yank. Kalau adek nggak ke sasar." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Jadi gitu, aku kira kakak udah tau sebelumnya." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


"Nggak yank kakak ingin berprasangka baik, biar kamu juga bisa merasa tentang."


"Hem... tapi kalau jawaban kakak masih belum jelas sih. Aku tetep nggak bisa tenang. Kita langsung cari adek yuk kak, nggak perlu nunggu lama di sini. Ntar keburu malem, makin susah cari adek nya." kata Ayunda menjawab ucapan Dion. Dan meminta Dion untuk mencari si bungsu saat ini juga.


"Tunggu dulu yank, sekitar 5 sampai 10 menit. Setelah itu kita langsung cari adek."


"Itu mah kelaman kak, bisa keburu malem."


"Nggak sampai setengah jam yank, nggak terlalu lama. Dari pada nanti pas kita cari adek ternyata adek udah sampai penginapan pas kita pergi gimana?"


"Coba kamu pikirkan lagi. Ntar kita cari siapa kalau hal tersebut terjadi." kata Dion melanjutkan lagi ucapannya.


"Kalau gitu kita tunggunya 3 sampai 5 menit aja kak, baru kalau adek nggak ada tanda - tanda akan pulang. Kita langsung pergi cari adek." kata Ayunda memberikan solusi lain pada Dion.


"Hem... ya udah kakak ikut aja. Gimana menurut kamu itu yank." kata Dion tanpa menolak atau mengoreksi lagi ucapan Ayunda ia langsung setuju dengan ucapan Ayunda.

__ADS_1


"Oke sekarang kita duduk dulu aja di sana. Kalau berdiri kaya gini kan lumayan capek." kata Ayunda menunjuk kursi yang ada di ruang keluarga.


"Boleh yank, kaki kakak nya juga agak pegel sih." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


Tanpa menjawab lagi ucapan Dion Ayunda langsung menarik tangan Dion untuk Dion bisa duduk di kursi yang ia tunjuk itu.


Karena jarak ia berdiri dan kursi tidak terlalu jauh. Mereka berdua kini telah duduk di kursi tersebut.


Tak ada pembicaraan lagi ketika mereka telah duduk di kursi.


Sampai lima menit kemudian baru lah suara Ayunda terdengar lagi.


"Kamu nggak akan nunggu beberapa menit lagi yank." kata Dion mencoba memberikan pilihan pada Ayunda.


"Nggak kak, kita langsung pergi aja cari adek. Keburu malem kalau di ntar - ntar."


"Ya udah kalau kamu maunya kaya gitu. Yuk langsung pergi."


"Iya kak."


Setelah mendengar jawaban Ayunda, Dion langsung berdiri dari duduknya. Dan kemudian ia menunggu Ayunda untuk berdiri juga.

__ADS_1


Ketika Ayunda telah sama - sama berdiri. Tanpa menunggu lama, Dion dan Ayunda mulai melangkahkan kaki untuk pergi mencari si bungsu di luar penginapan.


Saat kaki mereka telah sampai di depan pintu penginapan. Terdengarlah suara ketukan pintu dari luar.


Tok... Tok...


Dua kali terdengar suara pintu di ketuk dari luar.


Lalu Dion mulai membuka pintu tersebut. Terlihat lah di sana si bungsu yang ternyata orang yang mengetuk pintu itu.


"Assalamualaikum kakak dan kakak ipar." kata si bungsu pada Ayunda dan Dion.


"Wa'alaikumussalam" kata Dion dan Ayunda yang hampir bersamaan.


"Dek ini kamu kan, kamu nggak kenapa - kenapa kan." kata Ayunda yang langsung menarik tubuh si bungsu dan membolak - balikan tubuh di bungsu ke depan dan belakang.


"Nggak kak, aku nggak kenapa - kenapa? udah dong kak, akunya jadi pusing di kaya gini in terus sama kakak." kata si bungsu yang benar - benar mulai pusing saat Ayunda terus membolak - balikan tubuhnya.


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2