
"Ya ampun yank kamu keterlaluan banget sih. Masa iya nggak liat kakak disini" kata Dion tak habis pikir sama jawaban Ayunda.
"Iya kak nggak liat. Bener deh aku nggak bohong sama sekali" kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Hem" kata Dion hanya menjawabnya dengan deheman saja.
Pembicaraan mereka pun terhenti dengan sendirinya. Dan Ayunda langsung melangkahkan kaki menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya itu.
Beberapa menit kemudian Ayunda telah selesai membersihkan tubuhnya. Dilihat nya tubuh Ayunda di depan cermin yang ada di kamar mandi.
Dan begitu ia telah melihat tubuhnya. Begitu terkejutnya ia tak kala melihat tubuhnya itu. Karena ketika ia melihat pantulan tubuhnya ada di depan cermin yang saat ini ia telah sangat jelas melihat seluruh tubuhnya itu.
Banyak sekali tanda merah di sana. Bahkan tanda merah yang lebih menyeramkan adalah tanda merah yang berada di lehernya itu.
Tanda yang terdapat di leher Ayunda adalah tanda yang pertama kali Ayunda liat pada tubuhnya. Setelah Dion melakukan hal yang tak berperasaan yang semalam di berikan pada tubuhnya.
__ADS_1
Benar dan sangat benar ucapan Dion waktu itu. Bahwa dia akan membuat tanda seperti ini di lehernya tanpa tersisa sedikit ruang pun di sana.
Ayunda pun berpikir sejenak. Apa ini yang namanya ucapan itu harus di jawab dengan berhati - hati agar tak menimbulkan resiko yang sangat besar seperti ini.
Karena sekarang Ayunda pun merasakan apa yang membuatnya tak ingin menjawab lagi dengan begitu saja setiap ucapan dan pertanyaan yang akan Dion ucapakan padanya.
Ketika Ayunda telah menyesali perkataannya itu. Ia pun membuka pintu kamar mandi. Lalu melangkah kan kakinya untuk mengenakan pakaiannya itu.
Setelah selesai mengenakan pakaian. Ia lalu duduk di depan meja rias. Kemudian ia mulai merias wajahnya dengan sedikit make up. Dan terakhir ia mencoba untuk menutupi tanda merah yang ada di lehernya.
Lelah sudah Ayunda mencoba tapi tetap tak bisa untuk menutupi lehernya itu. Sedih dan marah yang saat ini Ayunda rasakan tak kala tanda itu tak berhasil ia tutupi.
Sampai ia hampir melampiaskan kemarahannya itu pada alat make up yang ada di hadapannya, ingin ia pecahkan satu persatu. Namun, saat ia ingin melempar alat make up nya. Ia di buat kaget saat Dion menangkap tangannya yang terdapat alat make up yang akan di lempar itu.
"Kenapa mau di lempar" kata Dion setelah menangkap tangan Ayunda.
__ADS_1
"Menurut kakak karena apa" jawab Ayunda dengan jutek.
"Em... mana kakak tau. Kalau kamu nggak kasih tau kakak, alasan kamu ingin lempar benda ini" kata Dion sambil menunjuk benda yang Ayunda pegang.
"Ya, karena kakak emang kaya gitu orangnya. Nggak peka sama sekali. Masa iya nggak tau. Ini coba kakak bisa liat kan ini perbuatan siapa?" kata Ayunda yang kini mulai emosi dengan jawaban dari Dion.
"Oh... karena itu. Kakak kira karena apa" kata Dion menjawab dengan santainya.
"Hanya itu yang kakak jawab. Ckckck..." kata Ayunda yang tak percaya dengan ucapan yang Dion keluarkan itu padanya.
"Ya, iya lah terus apa lagi" kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
Bersambung...
Maaf ya author baru up lagi
__ADS_1
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼