Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Malah Terdiam


__ADS_3

"Hem iya deh yank, kalau gitu kakak coba cari orang dulu kali ya. Biar nanti kakak tanya siapa yang punya kuncinya." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


Disaat Dion akan melangkahkan kaki nya untuk pergi mencari seseorang di sekitar pintu tersebut.


Terdengarlah suara seseorang yang memanggil dirinya saat ini.


"Den" kata itu lah yang terdengar oleh Dion saat ini, ya sudah pasti suara tersebut berasal dari pak supir.


Dion pun kini mulai membalikkan lagi tubuhnya menghadap ke sumber suara yaitu kepada pak supir. Lalu Dion pun berucap pada pak supir setelah wajahnya kini saling berhadapan.


"Iya pak" kata Dion menjawab panggilan pak supir.


"Itu den anu bapak mau kasih tahu aden, tapi bapak takut salah bicara dan salah artikan apa yang akan bapak kasih tahu ke aden." kata pak supir menjelaskan mengapa ia memanggil Dion.


"Emangnya bapak mau kasih tahu apa ke saya" kata Dion menjawab ucapan pak supir.

__ADS_1


Pak supir tak langsung menjawab ucapan Dion karena saat ini ia malah terdiam. Mungkin ia sedang memikirkan apakah ia harus memberitahukan pada Dion atau nggak. Hingga membuat pak supir pun malah terdiam.


Ketika Dion melihat pak supir yang malah terdiam bukannya menjawab ucapannya itu. Dion pun akhirnya memutuskan untuk menunggu pak supir menjawab ucapannya.


Satu menit telah berlalu, nampaknya pak supir seperti tak ingin menjawab ucapan Dion saat ini. Maka dari itu Dion pun mulai berucap lagi pada pak supir.


"Pak ko malah diem" kata itulah yang terucap dari Dion setelah menunggu pak supir menjawab ucapannya malah tak di jawab sama sekali.


Pak supir yang sedang terdiam pun awalnya terkejut mendengar suara Dion, namun akhirnya ia pun mulai menormalkan kembali rasa terkejut nya itu.


"Iya pak nggak papa" kata Dion menjawab ucapan pak supir."


"Bapak jadi nggak enak sama aden, em... tadi bapak terdiam lagi mikirin kata yang tepat buat jawab ucapan aden." Kata pak supir menjelaskan kenapa ia terdiam barusan tanpa di minta oleh Dion.


"Santai aja pak, kaya sama siapa aja. Em... terus bapak mau kasih tau apa ke saya?" kata Dion menjawab ucapan pak supir.

__ADS_1


"Itu den, ini mah hanya perkiraan bapak aja den, bener atau nggak nya bapak kurang tahu. Dari tadi itu den bapak liat tombol warna merah di sudut pintu. Nih den tombolnya." kata pak supir yang akhirnya menjawab ucapan Dion sambil ia pun menunjukkan sesuatu pada Dion dengan salah satu telunjuk dari tangan nya.


Seketika Dion pun mulai melihat arah telunjuk pak supir pada tombol berwarna merah tersebut.


Dion pun kini mulai memikirkan sesuatu hal, namun yang tau hanyalah Dion yang saat ini sedang memikirkan sesuatu hal itu.


Setelah cukup lama berpikir Dion pun kemudian berucap pada pak supir.


"Jangan bilang kalau bapak curiga tombol warna merah itu adalah tombol yang bisa membuka pintu ini." kata Dion pada pak supir sambil menunjuk pintu yang di maksud.


"Tapi den memang itu yang bapak curigai den, kalau tombol merah itu yang bisa buka pintunya." kata pak supir menjawab apa adanya ucapan Dion.


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2