Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Melampiaskan Kekesalannya


__ADS_3

Walau mencoba menahan untuk tak mengeluarkan air mata, tapi nyatanya itu tak bisa Ayunda tahan lagi hingga akhirnya ia pun menangis.


"Hiks... hiks... hiks..."


Di ruangan yang gelap ini yang bisa Ayunda lakukan hanya menangis menutupi wajahnya dengan kedua tangan.


Karena rasa takut saat ia tak menutupi matanya yang bisa ia liat hanya ruangan yang gelap menakutkan.


Selain itu ia mengira saat ini ia memang benar - benar sendiri di kamar ini.


Dion yang membawanya ke ruangan ini pun tak ada sama sekali. Ingin rasanya ia melampiaskan kekesalannya pada Dion saat ini.


Tapi mau melampiaskan ke siapa karena orangnya juga nggak ada di ruangan ini.


Satu menit sudah Ayunda menangis di ruangan ini. Seketika lampu ruangan ini menjadi terang.


Ternyata Dion bukan pergi dari ruangan ini tetapi ia pergi untuk menyalakan lampu yang berada cukup jauh dari pintu.


Hingga pada saat Ayunda melihat ke pintu Dion sudah melangkahkan kaki untuk menyalakan lampu dan secara otomatis Ayunda tak melihat Dion sama sekali.


Selain itu, pada saat Ayunda memanggil - manggil nya ia bukan tak mendengar melainkan sengaja tak ingin menjawab. Karena entah kenapa ia tiba - tiba ingin tau reaksi Ayunda saat berada di situasi seperti ini.

__ADS_1


Saat ia sudah tau reaksi yang Ayunda tunjukan pada saat seperti ini. Ia pun mulai menyalakan lampunya dan langsung melangkahkan kaki mendekati Ayunda lalu memeluk tubuh Ayunda bagian belakang.


"Yank kenapa nangis?" dengan santainya Dion bertanya pada Ayunda.


Ayunda sempat kaget dan takut saat tiba - tiba ia di peluk seseorang dari belakang tapi akhirnya ia merasa lega saat seseorang yang memeluknya mengeluarkan suara dan suara itu adalah suara yang sangat ia hapal karena suara itu berasal dari Dion orang yang membawanya ke ruangan ini.


Lalu Ayunda mulai membuka matanya yang tertutup itu dan langsung melepaskan pelukan Dion pada tubuhnya. Tetapi sebelum itu terjadi Dion malah mengeratkan pelukannya agar Ayunda tak bisa melepaskan pelukan darinya.


Dan entah kenapa Dion merasa nyaman memeluk Ayunda dengan posisi seperti ini.


"Jangan di lepas yank, biarkan seperti ini dulu"


"Aku nggak mau kaya gini lepas deh kak, risih tau di peluk kaya gini." kata Ayunda menjawab ucapan Dion dengan jutek.


"Lepas nggak aku bilang lepas kak"


"Kenapa sih yank nggak mau dipeluk kaya gini."


"Aku kan udah bilang aku tuh risih nggak nyaman di peluk kaya gini."


"Terus maunya kaya gimana biar kamu nyaman."

__ADS_1


"Nggak usah di peluk"


"Lah ko gitu yank di peluk itu enak yank apalagi malem - malem kaya gini. Apa jangan - jangan kamu marah ya karena kakak tadi nggak jawab panggilan kamu."


"Ya pikirin aja sendiri gimana rasanya di panggil - panggil nggak di jawab sama sekali."


"Em... marah sih sama kesel juga nggak di respon."


"Ya terus kenapa masih tanya kalau udah tau jawabannya."


"Hem... maaf yank kakak nggak bermaksud kaya gitu ko, bener deh tadi tuh kakak..."


"Lupain aja kak dan lepas pelukannya aku mau tidur."


"Nggak mau yank, ya udah kalau kamu mau tidur yuk kita tidur."


"Lepas ih aku bilang lepas"


"Nggak akan kakak lepas, ya udah yuk kita tidur aja."


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2