Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Jangan Maksa


__ADS_3

"Hadeh... kakak nih bikin ribet aja sih." kata Ayunda yang berbicara di dalam hatinya.


"Pake harus bujuk segala lagi. Ih... nyebelin deh." kata Ayunda lagi di dalam hatinya.


"Yank, kapan bujuk kakak nya?" kata Dion bertanya untuk memastikan, kapan Ayunda akan membujuk dirinya.


"Besok" kata Ayunda menjawab ucapan Dion dengan satu kata itu saja.


"Kelamaan yank kalau besok, sekarang aja lah." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Aku bilang besok ya besok kak, jadi please deh jangan maksa." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


Dion kemudian berpikir atas ucapan yang Ayunda berikan pada dirinya itu.


"Ini maksudnya sayang beneran mau besok bujuk akunya. Itu artinya aku harus pake kaki dong bukan pintu penginapannya." kata Dion yang saat ini sedang berbicara pada dirinya sendiri.


"Ah... pokok nya nggak boleh kaya gini. Masa harus pake kaki. Aku harus cari ide nih biar sayang mau bujuk aku." kata Dion lagi pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Yank... bujuk dong. Ya udah deh kalau kamu nggak mau bujuk, kakak langsung pake cara ke dua aja. Sekarang ya kakak lakuin cara yang ke dua buat buka pintunya." kata Dion pada Ayunda setelah cukup lama berpikir.


"Lah ko jadi gitu sih kak. Aku kan belum tau kakak mau pake cara apa yang ke dua buat bukan pintunya. Ko malah mau langsung pake cara yang ke dua." kata Ayunda yang aneh dengan ucapan Dion pada dirinya.


"Kamu nya kan nggak mau bujuk kakak, ya udah deh kakak putusin buat langsung pake yang ke dua aja. Kalau nunggu kamu bujuk kakak mah kelamaan. Apa lagi kakak kan sekarang lagi gendong kamu. Kalau harus nunggu sampai besok yang ada tangan sama kaki dan badan kakak sakit semua karena terlalu lama berdiri. Nunggu aja kaya gini di depan pintu. Kan nggak banget gitu yank." kata Dion menjelaskan ucapannya dengan cukup panjang.


"Ya nggak gitu juga kali kak. Kakak kan bisa turunin aku. Itu malah yang lebih simpel agar bisa buka pintunya." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


"Hem... simpel sih, tapi kalau kakak nggak mau turunin kamu sekarang. Tetep nggak mau, jadi jangan terus - terusan bujuk kakak deh kamu yank." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Beneran kamu yank, mau lakuin apa pun." kata Dion mencoba memastikan ucapan Ayunda.


"Hem... beneran kak. Kapan sih aku suka bohong." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


"Sering tau nggak, kamu tuh sering bohongin kakak." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Kapan kak? aku nggak gitu ko orangnya." kata Ayunda tak terima dengan ucapan Dion terhadap dirinya.

__ADS_1


"Bercanda yank, kamu memang bukan gitu orangnya. Tapi lebih dari itu." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Maksud lebih dari itu?" kata Ayunda bertanya pada Dion.


"Ya pokok nya lebih dari itu lah yank." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Jadi maksud kakak, aku tuh orangnya suka bohong terus udah lebih bohong banget gitu." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


"Iya, eh... maksudnya bukan gitu yank." kata Dion yang tiba - tiba refleks menjawab ucapan Ayunda.


"Ckckck... ckckck... kak, kak. Jahat bener sih sama aku." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


"Yank, bukan gitu ih..." kata Dion masih mencoba menjelaskan ucapan refleks nya itu pada Ayunda.


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2