Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Bikin Kesel


__ADS_3

"Namanya juga lupa yank, udah deh yank jangan di bahas lagi. Ya udah yuk sekarang kita jalan lagi." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Hem" kata Ayunda dengan cuek nya.


Mereka pun mulai melangkahkan kaki kembali ke tempat di mana mereka tadi salah ambil arah.


Sekitar lima atau enam menit mereka telah sampai di arah yang salah itu, lalu mereka pun mulai menyusuri jalan yang benar menuju tempat liburan.


Dan sepanjang jalan tak henti - henti nya Ayunda mengomel - ngomel tentang kecerobohan Dion ini.


"Kakak sih bisa lupa segala. Jadi pegel kan ini kaki. Ah... berapa lama lagi sih ini nyampe nya. Capek tau nggak sih kak."


kata itu lah yang selalu Ayunda ucapkan di sepanjang perjalanan. Sampai Dion dan pak supir yang mendengar omelan Ayunda itu membiarkan saja tanpa ada yang mau jawab ucapan Ayunda itu.

__ADS_1


"Ih... kak jawab dong aku tadi bicara apa? aku itu ngomong sama kakak ko nggak di jawab - jawab. Nyebelin banget tau nggak. Bener nggak pak, kalau bicara nggak di jawab itu bikin kesel." kata Ayunda dengan geramnya pada Dion dan tak lupa ia pun mencari dukungan ucapannya itu pada pak supir.


Hingga membuat pak supir pun sedikit bingung mau jawab atau nggak ucapan Ayunda itu. Soalnya ia berpikir kalau di jawab iya nggak enak sama den Dion tapi kalau di jawab nggak, nanti non Ayunda tambah marah.


"Bingung nih jawab apa ya perkataan non Ayunda itu." kata pak supir dalam hatinya.


"Lah pak ko malah diem, bapak juga mau kaya kak Dion yang nggak akan jawab ucapan aku." kata Ayunda yang melihat pak supir seperti tak ingin menjawab ucapannya itu. Karena saat ini pak supir malah terdiam.


"Em... itu non, apa yang di ucapin non tadi bener ko non, kalau nggak di jawab itu memang bikin kesel non." kata pak supir akhirnya menjawab ucapan Ayunda.


"Duh... den maaf kan bapak ya den. Bapak terpaksa mengiyakan ucapan non Ayunda. Soalnya bapak nggak mau kena marah juga." kata pak supir dalam hatinya yang tak enak hati telah berkata seperti itu pada Ayunda. Hingga membuat Dion lah saat ini yang benar - benar salah di mata Ayunda.


"Ya maaf yank, kakak bukannya nggak mau jawab, tapi karena kakak bosen aja udah hampir lebih sepuluh kali loh. Kamu tanya sama kakak masih lama atau nggak. Kakak kan jadi males juga jawab dan dengerinnya." kata Dion menjawab apa adanya yang saat ini sedang ia rasakan.

__ADS_1


"Alesan aja bisa nya. Males bicara sama kakak, lanjut jalan aja yuk pak biarin sekarang barang - barang yang bapak bawa itu semua kasihin ke kakak." kata Ayunda dengan santainya.


"Tap... tap..i... non" kata pak supir yang ingin menolak perintah Ayunda.


"Nggak ada tapi - tapian pak serahin aja barang - barangnya. Nggak papakan kak bawa barang nya sendiri." kata Ayunda lagi dengan begitu entengnya.


"Em... iya pak nggak papa. Sini pak barangnya biar saya bawa." kata Dion pada pak supir sambil meminta barang - barang yang di bawa pak supir untuk ia bawa saat ini.


"Tapi den, saya jadi nggak enak sama aden." kata pak supir dengan rasa tak enaknya.


"Nggak papa pak sini biar saya bawa" kata Dion lagi pada pak supir.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2