Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Kondisi Si Bungsu


__ADS_3

Hingga akhirnya bibi pun berlari kencang menghampiri ibu dan ayah yang saat ini sedang duduk di meja makan. Sambil menunggu si bungsu bergabung bersama mereka.


Tarikan nafas berulang pun bibi keluarkan tak kala ia telah sampai di meja makan. Sampai di mana bibi pun, mulai merasa lebih tenang karena efek dari lari kencang itu lah yang membuat bibi sampai ngos - ngosan di buatnya.


Lalu bibi pun memberitahukan ibu dan ayah kondisi si bungsu saat ia memanggilnya dan akhirnya tetap sama tak ada respon dari si bungsu.


Hingga tak kala bibi telah usai memberitahu kan perihal si bungsu itu. Ayah dan ibu pun berjalan tergesa - gesa ke kamar si bungsu. Karena rasa panik dan khawatir takut terjadi apa - apa pada si bungsu di rasakan ayah dan ibu.


Tiba lah mereka berdua di sana setelah beberapa saat lamanya mereka berjalan. Di ketuk dan di panggilnya nama si bungsu di balik pintu.


Tak ada jawaban sama sekali. Malah ibu dan ayah sudah berulang kali memanggilnya tetap saja tak ada respon sama sekali.


Hingga akhirnya ayah memutuskan untuk membuka kamar si bungsu dengan kunci cadangan kamar si bungsu.

__ADS_1


Bibi yang di suruh ayah mengambilkan kunci nya pun langsung bergegas mengambilnya. Dan setelah bibi sudah mengambil kunci itu. Bibi pun memberikannya pada ayah.


Ceklek...


Suara pintu kamar pun terbuka. Tersaji lah tubuh si bungsu yang tak sadarkan diri di bawah ranjang kamarnya itu.


Hingga membuat ayah dan ibu langsung berlari kencang menghampiri si bungsu dan bibi pun sama dengan ayah dan ibu berlari menghampiri si bungsu.


Setelah berada dekat tubuh si bungsu. Ayah dan ibu pun melihat wajah si bungsu yang pucat. Hingga ini akhirnya membuat ayah dan ibu sangat khawatir dengan kondisi si bungsu.


"Iya bu, adek pasti baik - baik aja" kata ayah yang mencoba menenangkan kepanikan ibu dengan mengiyakan bahwa kondisi adek baik - baik aja. Walau sebenarnya di hati ayah pun sama merasakan kepanikan. Tapi ayah mencoba tak menunjukkannya seperti yang di katakan ibu tadi.


"Semoga ya yah, apa yang ayah katakan itu bener" kata ibu pada ayah.

__ADS_1


"Iya bu" jawab ayah singkat.


Digendongnya tubuh si bungsu oleh ayah. Dan kemudian tubuh si bungsu pun di baringkan di atas ranjang.


Lalu bibi pun mulai memberikan benda yang bisa membuat si bungsu mungkin akan membuka matanya itu.


Dan benar saja setelah benda itu di dekatkan di hidung si bungsu. Seketika si bungsu pun mulai mengerjap - ngerjapkan matanya itu. Hingga akhirnya mata itu kembali terbuka dengan sempurna.


Dilihatnya sekeliling oleh pandangan si bungsu. Lalu si bungsu pun mulai menutup dan membuka matanya sebanyak tiga kali. Mungkin ia ingin menyadarkan sepenuhnya bahwa yang saat ini ia liat adalah ayah dan ibunya serta bibi. Bukan hantu yang ia liat tadi siang di layar handphone nya itu.


Setelah usainya melakukan hal itu. Si bungsu pun mulai berucap " Yah, bu, bi ini kalian asli kan bukan hantu" kata si bungsu.


"Iya dek, ini ibu, ayah, dan bibi. Kamu kenapa ko bisa tidur di bawah ranjang" kata ibu yang menjawab ucapan si bungsu dan bertanya juga pada si bungsu.

__ADS_1


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2