Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Hampir Menyentuh


__ADS_3

Dengan ragu dan sedikit gemetar pak supir pun mulai mendekatkan tangannya menuju tombol merah tersebut.


Saat tangan pak supir mulai akan menyentuh tombol itu. Suara seseorang pun terdengar.


"Pak bentar deh" suara itu lah yang terdengar oleh pak supir dan suara tersebut keluar dari Dion.


"Kenapa lagi sih kak?" suara ini lah yang pertama kali menjawab ucapan Dion tersebut.


"Em... nanti kalau kita kenapa - kenapa gimana yank, ntar terjadi sesuatu setelah tombolnya di teken kita bisa apa coba?" kata Dion mengungkapkan kekhawatiran nya itu.


"Ya gimana nanti aja kak? kalau nggak di coba kita bisa tau dari mana? iya nggak." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


"Tapi yank..." belum sempat Dion menyelesaikan ucapannya, Ayunda pun langsung memotong ucapan Dion.


"Udah lah kak nggak usah pake tapi - tapian, kelamaan tau nggak?" kata Ayunda menjawab ucapan Dion.

__ADS_1


Disaat mereka berdua tengah larut dalam perdebatan tersebut. Pak supir kini masih bingung apa ia harus menekan tombol itu atau nggak.


Sampai dimana akhirnya ia pun terbengong menunggu perintah selanjutnya dengan posisi yang masih sama seperti tadi tangan yang hampir menyentuh tombol tersebut.


"Pak" suara yang begitu nyaring keluar dari bibir Ayunda pun menyadarkan pak supir. Hingga membuat pak supir dengan spontan malah menyentuh tombol merah itu.


Dion dan Ayunda pun langsung kaget di buatnya saat melihat jari tangan pak supir yang sudah meneken tombol itu.


Seketika mata mereka berdua pun melotot dengan sempurna saking terkejut melihat jari pak supir itu.


"Oh ya ampun den non maaf bapak nggak sengaja malah menekan tombolnya." kata pak supir begitu merasa bersalah karena menekan tombol itu secara tiba - tiba.


Sampai dimana terdengarlah suara pintu tersebut sedikit demi sedikit akan terbuka. Rasa tak percaya bahwa tombol itu benar merupakan tombol yang bisa membuka pintu itu pun sempat terlintas di dalam pikiran mereka masing - masing.


Sampai akhirnya rasa lega pun mereka rasakan saat ini. Karena pintu sebentar lagi akan terbuka dengan sepenuhnya.

__ADS_1


Saat pintu telah terbuka sepenuhnya, saat itulah Ayunda di buat terkejut bukan main. Rasa yang sangat tak bisa di jelaskan dengan kata - kata karena kini Ayunda telah melihat tempat liburannya itu.


Tempat yang memiliki berbagai macam keindahan yang sangat menakjubkan untuk pertama kalinya bagi Ayunda melihat tempat tersebut.


Bahkan karena saking tak percayanya ia melihat tempat tersebut, ia pun mulai berucap pada Dion.


"Kak ini tempatnya" kata Ayunda sambil menunjuk tempat liburannya itu.


"Iya ini, emangnya yank kamu mau tempat yang kaya gimana lagi?" kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Bukannya tempat liburannya itu bukan kaya gini ya kak, ko bisa berubah jadi seperti ini." kata Ayunda yang masih tak percaya dengan tempat liburan yang saat ini ia lihat berada di hadapannya.


"Masa sih yank bukan yang kaya gini" kata Dion yang malah berpura - pura lupa dengan tempat liburan yang ia tunjukan pada Ayunda sebelumnya.


"Iya kak bukan yang kaya gini deh kak, aku yakin banget bukan ini. Apa kakak salah tempat kali ya." kata Ayunda menjawab ucapan Dion sambil bertanya juga pada Dion.

__ADS_1


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2