
"Tergantung madam, nggak tentu gitu." kata si bungsu menjawab ucapan madam Lexi.
"Hem... kaya perasaan ekek yang ngegantung. Nunggu jawaban dari si Bejo dari dulu sampai sekarang. Ekek belum dapet - dapet jawabannya. Sedih banget deh rasa nya ekek." kata madam Lexi menjawab ucapan si bungsu dengan suara lemah lembut nya.
Bahkan tak hanya itu saja. Madam Lexi pun begitu serius menjawab ucapan si bungsu tersebut.
Membuat si bungsu kebingungan antara percaya dan tak percaya dengan ucapan madam Lexi.
"Ini beneran apa bohongan ya, madam Lexi bicara kaya gitu ke aku." kata si bungsu di dalam hatinya.
"Kalau nggak gimana? terus yang madam Lexi maksud si Bejo itu siapa? hem... jadi penasaran." kata si bungsu yang melanjutkan kembali ucapannya.
"Apa aku tanya aja ya? biar nggak penasaran kaya gini." kata si bungsu di dalam hatinya.
Ketika si bungsu telah mempertimbangkan jawabannya. Si bungsu pun mulai bertanya pada madam Lexi.
Karena ternyata si bungsu lebih memilih untuk bertanya, agar rasa penasarannya itu bisa teratasi segera.
__ADS_1
"Em... madam, aku... aku... boleh tanya sesuatu nggak ke madam." kata si bungsu bertanya pada madam Lexi dengan sedikit ragu.
"Mau tanya apa cantik? madam bisa jawab ko." kata madam Lexi menjawab ucapan si bungsu.
"Itu... anu... itu... em... gimana ya bicara sama madam nya. Aku takut kalau madam nanti malah marah dan nggak mau jawab ucapan aku." kata si bungsu menjawab ucapan madam Lexi.
"Ya udah bicara aja cantik, urusan marah dan nggak jawab mah, itu urusan belakangan. Ayo nggak usah takut bicara aja sama madam yang ingin kamu tanyakan itu ke madam." kata madam Lexi menjawab ucapan si bungsu.
"Iya juga sih, ucapan madam itu. Tapi... tetep aja madam aku jadi nggak enak bicara ke madam nya." kata si bungsu menjawab ucapan madam Lexi.
"Kalau kamu terus bilang nggak enak, nggak enak terus. Ntar yang ada kamu malah penasaran terus - terusan cantik." kata madam Lexi menjawab ucapan si bungsu.
"Masa sih cantik udah sampai segitu nya. Kira - kira itu udah masuk kategori tingkat apa?" kata madam Lexi yang tak percaya dengan ucapan si bungsu.
"Kalau aku telaah sih, udah tingkat dua atau tiga deh dari atas." kata si bungsu menjawab ucapan madam Lexi.
"Memang kategori ke satu nya apa?" kata madam Lexi bertanya lagi pada si bungsu.
__ADS_1
"Em... kategori ke satu nya... itu... kategori... rahasia madam." kata si bungsu menjawab ucapan madam Lexi.
"Itu nama kategori ke satunya?" kata madam Lexi pada si bungsu.
"Bukan madam, tapi yang aku maksud kategori rahasia itu adalah kategori yang di rahasiakan. atau intinya nggak boleh ada yang tau nama kategorinya." kata si bungsu menjelaskan ucapannya tersebut pada madam Lexi.
"Oh jadi kaya gitu. Madam kira namanya memang itu." kata madam Lexi menjawab ucapan si bungsu.
"Bukan madam." kata si bungsu menjawab ucapan madam Lexi.
"Kalau bukan itu, terus apaan dong?" kata madam Lexi bertanya pada si bungsu.
"Ih... madam nih gimana sih, aku kan udah bilang kalau itu tuh, termasuk kategori rahasia. Jadi aku nggak bisa kasih tau madam." kata si bungsu menjawab ucapan madam Lexi.
"Jahat bener sih kamu cantik, boleh lah ya. Madam tau, please." kata madam Lexi menjawab ucapan si bungsu.
Bersambung...
__ADS_1
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼