
"Ya udah karena sekarang udah nggak ada yang marah lagi. Yuk langsung makan aja. Apalagi tadi ada yang udah nggak tahan katanya udah laper gitu." kata ibu pada semua orang yang ada di meja makan.
"Ah... ibu ko gitu sih, jadi malu kan adek." kata si bungsu menjawab ucapan ibu.
"Biasanya juga kaya gitu dek, jadi nggak usah malu - malu bukannya suka..." kata ibu yang sengaja tak meneruskan ucapannya.
"Hem iya deh iya bu, adek tau ko apa yang ibu maksud, jadi nggak perlu di lanjutin lagi. Bisa - bisa makin malu aku bu." kata si bungsu yang langsung menjawab ucapan ibu.
"Oke dek siap." kata ibu menjawab ucapan si bungsu.
"Hem ya udah yuk kita makan aja." kata mamah setelah mendengar suara ibu barusan.
Tanpa menjawab ucapan mamah kecuali si bungsu, semua orang hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa mereka menyetujui ucapan mamah.
"Yuk mah" dan inilah suara si bungsu yang menjawab ucapan mamah.
"Hem... semangat bener sih dek bilang yuk nya." kata Ayunda pada si bungsu.
"Harus dong kak, walaupun belum ada makanan atau minum yang masuk kita tuh harus semangat jawab apapun itu. Jangan sampai ntar malah kita di bilang lemes gitu jawabnya maklum belum makan kayanya. Kan nggak enak bener ketahuan laper nya, hehehe..." kata si bungsu menjawab ucapan Ayunda sambil tertawa di ujung kalimat yang ia ucapkan.
__ADS_1
"Bisa aja kamu dek, biar cepet juga iya in aja deh yang kamu bilang itu bener." kata Ayunda menjawab ucapan si bungsu.
"Udah - udah kalian ya, ini liat udah pada ambil makannya kalian malah sibuk berbicara, ntar bisa - bisa makannya abis loh baru deh nanti pada protes." kata ibu yang ikut dalam pembicaraan.
"Iya nih liat udah mulai pada abis." kata mamah juga ikut dalam pembicaraan.
Seketika pandangan si bungsu langsung tertuju pada semua makanan yang ada di meja. Bahkan membuatnya panik takut apa yang di bilang sama ibu dan mamah benar.
Bahwa makanan yang ada di meja makan telah hampir habis. Ini membuat si bungsu sangat resah.
Tapi beruntung ternyata hanya bercanda saja. Karena bisa di lihat saat si bungsu telah melihat makanan yang ada di meja makan itu masih banyak.
Ibu dan mamah yang di tatap oleh si bungsu secara bergantian membuat mereka jadi ingin bertanya.
"Dek kenapa liatin ibu kaya gitu."
"Iya nih dek ko liatin mamah juga kaya gitu. Ada yang salah sama mamah."
"Em... nggak ko bu, nggak ko mah cuman adek pengen liat aja ibu sama mamah. Emangnya nggak boleh ya."
__ADS_1
"Boleh ko dek, cuman tatapan kamunya yang sedikit aneh. Iya nggak bu."
"Hem iya bu bener aneh gitu."
"Masa sih bu, masa sih mah. Em... kak emang tatapan aku beneran aneh ya."
"Coba dek kamu liat ke kakak."
Secara otomatis si bungsu langsung melihat kakaknya.
Setelah di amati tatapan si bungsu terhadapnya. Ayunda lalu berucap kembali pada si bungsu.
"Nggak aneh ko dek biasa aja."
"Tuh kan bu, mah aku nggak aneh kan tatapannya yang kakak bilang juga."
"Hem... kayanya kita salah deh" kata ibu menjawab ucapan si bungsu.
Bersambung...
__ADS_1
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼