
Sementara ayah dan bibi malah terdiam tak kala si bungsu dan ibu berbicara panjang kali lebar itu.
Mereka hanya menjadi penonton pembicaraan yang terjadi antara si bungsu dan ibu. Hingga akhirnya pembicaraan itu pun berakhir dengan sendirinya.
Keadaan yang awalnya mengkhawatirkan menjadi tak mengkhawatirkan lagi. Si bungsu akhirnya kembali pada keadaannya sehari - hari.
Mereka semua yang berada di dalam kamar si bungsu. Serempak melangkah kan kaki menuju meja makan untuk makan malam.
Langkah demi langkah akhirnya mereka telah sampai di meja makan. Dan tanpa menunggu lama. Si bungsu langsung mengambil makanan yang ia inginkan dengan begitu antusias sampai membuat ibu dan ayah menggelengkan kepala melihat kelakuan si bungsu itu.
Seketika meja makan itu pun menjadi hening. Hingga beberapa menit kemudian makanan yang tersaji pun telah habis tak tersisa.
Sementara Ayunda dan Dion yang telah menyelesaikan makan malam mereka. Kini mereka telah berada di kamar yang mereka tempati di penginapan.
__ADS_1
Dengan posisi Ayunda yang sedang menyenderkan kepalanya di bahu Dion. Sambil memegang erat lengan Dion yang kini posisi mereka berada di atas ranjang.
Menit berikutnya posisi mereka pun telah berubah. Entahlah siapa yang merubah posisi itu duluan. Karena saat ini posisi Ayunda telah berada di bawah tubuh Dion yang seketika membuat jantung berdetak tak karuan.
"Yank, kamu suka nggak posisi kakak yang seperti ini" kata Dion yang memulai pembicaraan.
"Em... nggak tau kak. Suka iya, nggak juga iya" kata Ayunda yang tak memberikan kepastian yang jelas atas jawabannya itu pada Dion.
"Its... yank ko jawabannya gitu sih. Pilih dong salah satunya" kata Dion lagi yang masih belum puas atas jawaban yang terlontar dari Ayunda.
Awalnya Ayunda kaget dengan apa yang Dion lakukan itu padanya. Tapi akhirnya ia pun mulai merespon apa yang Dion lakukan pada bibirnya itu.
Beberapa menit kemudian Dion pun mulai menggantikan kegiatannya itu pada tubuh Ayunda yang lain. Tapi sebelumnya Dion pun membisikkan sesuatu pada telinga Ayunda.
__ADS_1
"Yank kamu tau, ini adalah hal yang akan kakak buktikan pada kamu tentang tanda yang ada di lehermu ini adalah tanda yang dibuat oleh kakak. Bahkan kakak akan membuatnya sampai tak ada sisa sedikit pun ruang di leher mu ini yang tak adanya tanda yang kakak buat. Apa kamu tau, ini adalah hukuman karena kamu telah berani - beraninya menganggap bahwa tanda ini adalah tanda yang di buat orang lain. Jadi bersiaplah mendapatkan hukuman mu itu." kata Dion pada Ayunda sampai membuat Ayunda ketakutan di buatnya.
Deg...
Saliva yang semestinya mudah di telan pun seketika tak bisa sama sekali. Tak kala Dion berucap seperti itu pada Ayunda.
Sementara Dion yang membuat Ayunda ketakutan langsung melakukan apa yang semestinya dia lakukan pada Ayunda. Setelah berucap seperti itu.
Ayunda yang mendapatkan perlakuan dari Dion yang kelaparan dengan tubuhnya itu. Akhirnya Ayunda pun hanya bisa pasrah dengan apa yang Dion lakukan pada tubuhnya itu.
Saking kelaparannya Dion sampai tak mempedulikan Ayunda yang di lahapnya itu tanpa henti. Sampai beberapa jam akhirnya Dion pun menyudahi kegiatannya itu pada tubuh Ayunda.
Bersambung...
__ADS_1
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼