
"Oh gitu. Terus tadi kenapa wajah kamu menyeramkan yank"
"Apa kak wajah aku seram? masa sih kak perasaan aku itu cantik deh makannya kakak nikahin aku" kata Ayunda dengan narsis nya.
"Kamu ini yank masih aja bercanda. Ini kakak lagi serius loh, nggak bohong sama sekali"
"Oh aku kira lagi bohong. Hehe... Oh iya kak ko aku bisa ada di sini ya. Bukannya tadi aku ada di depan pintu kamar sama kakak."
"Kamu nggak sadar yank, tadi kamu yang ke sini sendiri. Malah kakak panggil - panggil kamu, kamu nggak denger sama sekali."
"Oh ya kak kaya gitu. Tapi aku nggak ngerasa jalan ke sini loh"
"Hem jangan bohongin kakak lagi deh. Nggak lucu tau"
"Ih kak siapa yang lagi bohong sama melucu kali. Ini aku serius bicara kaya gitu ke kakak"
Di saat Dion ingin menjawab ucapan Ayunda terdengar lah suara benda terjatuh di balik pintu kamar yang di maksud Ayunda.
Prenk... kletak...
Suara benda terjatuh itu. Rasa penasaran pun kini di rasakan oleh Dion dan Ayunda yang terlihat begitu terkejut setelah mendengar suara benda itu.
__ADS_1
"Kak itu tadi kakak denger suara kan" kata Ayunda pada Dion.
"Iya yank denger bahkan sangat terdengar sama kakak" jawab Dion.
"Syukur deh kalau kakak juga denger. Jadi aku nggak di sangka bohong lagi sama kakak. Eh iya kak itu suara apa ya kira - kira."
"Em... kamu bisa aja yank. Nggak tau tuh yank suara apa?"
"Jadi penasaran kak aku sama suara itu. Kalau kakak gimana penasaran nggak?" kata Ayunda menjawab ucapan Dion sambil bertanya juga pada Dion.
"Hem... iya yank sama kakak juga penasaran" kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Gimana kalau kita liat aja kak. Tadi kalau nggak salah aku dengernya suara itu dari kamar itu kak." Kata Ayunda sambil menunjuk sebuah kamar.
"Ya udah kak kalau gitu kita liat aja ke sana"
"Yuk yank" kata Dion menyetujuinya.
Mereka berdua lalu mulai menghampiri kamar itu. Ketika kamar itu berada tepat di hadapan mereka. Keraguan pun mereka rasakan.
"Yank yakin nih mau di liat"
__ADS_1
"Iya kak yakin, tapi aku juga takut sih"
"Terus gimana? jadi atau nggak liat nya."
"Em... bentar kak aku pikirin dulu"
Sekitar beberapa detik Ayunda pun mulai berpikir. Sampai di mana ia lalu mengeluarkan suaranya lagi.
"Di liat aja deh kak, kalau nggak diliat aku penasaran. Nanti malah kepikiran kan nggak baik. Iya nggak kak."
"Ya udah deh yank kakak buka sekarang ya"
"Iya kak" kata Ayunda singkat.
Kemudian Dion mulai membuka pintu kamar itu. Perlahan demi perlahan pintu itu pun terbuka sedikit. Karena Dion takut jika misalnya ada hal aneh di balik kamar itu.
Dan terbukti lah bahwa di kamar itu. Benar - benar sangat aneh. Bagaimana tidak di kamar itu ada sebuah sesajen terletak di bawah patung menyeramkan.
Bahkan daging mentah seekor hewan pun ada di sana. Satu gelas minuman berwarna merah yang Ayunda kira bukanlah sebuah minuman biasa. Melainkan segelas darah yang kental berwarna merah itu.
Selain itu, tengkorak hewan buas pun banyak tergelatak di sana. Hingga tak terhitung jumlahnya. Dan ini pun cukup membuat mereka sangat ketakutan.
__ADS_1
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼