Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Tahan Emosi


__ADS_3

"Em... bentar, bentar ko aku jadi kaya gini ya. Malah mau bilang yang aneh - aneh lagi ke sayang. Dion, Dion kamu nih ada - ada aja." kata Dion yang kini meneruskan ucapannya itu.


"Huh... huh... huh... sabar Ayunda, sabar. Tahan emosi kamu. Huh... huh... huh..." kata Ayunda mencoba menenangkan dirinya sambil menarik nafas berulang kali.


Beberapa menit kemudian suasana hati Ayunda kini mulai tenang kembali.


Dion yang sama - sama emosi kini mulai tenang. Dan tak menunggu lama Dion mulai menghubungi Ayunda kembali.


Tut... Tut...


Ayunda yang sudah merasa lebih baik dari sebelumnya. Seketika menjadi emosi kembali saat hanphone miliknya kini berbunyi lagi.


"Siapa lagi sih ini yang telpon, nggak tau apa kalau aku lagi emosi." kata Ayunda dengan kesal pada orang yang menghubungi nya itu. Tanpa melihat siapa yang menelpon dirinya saat ini.


Sementara orang yang menelpon nya kini sedang menunggu Ayunda untuk menerima telpon dari nya itu.


"Jawab yank jawab, lama bener sih." kata Dion yang sedang menunggu Ayunda untuk menerima telpon darinya.


Ayunda yang dalam keadaan emosi dengan cepat langsung menerima telpon tersebut.


"Hallo siapa ini?" kata Ayunda dengan nada yang terlihat tak ingin menerima telpon atau lebih tepatnya terganggu dengan adanya telpon tersebut.

__ADS_1


"Kamu nggak liat dulu apa yank, siapa orang yang telpon kamu. Ini kakak, ko bicaranya kaya gini." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Nggak sempet aku liat karena aku lagi kesel sama seseorang. Dan kebetulan orang yang buat aku kesel yang saat ini lagi telpon sama aku." kata Ayunda menjawab jutek ucapan Dion.


"Maksud kamu yank, orang nya itu kakak."


"Mungkin, iya kali."


"Yank yang jelas dong jawab nya, jangan mungkin kaya gitu."


"Ya kakak pikir aja sendiri, masa iya jadi orang lain kalau yang saat ini yang lagi telponan sama aku itu kakak." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


"Hem... iya maaf kalau kakak udah buat kamu kesel."


Dion yang mendengar ucapan Ayunda tersebut kini mulai mencari cara untuk mengalihkan pembicaraan agar Ayunda tak semakin cuek menjawab ucapannya.


"Yank kakak minta maaf udah buat kamu kesel. Gimana kalau permintaan maaf kakak ini kakak penuhi permintaan kamu, terserah apapun itu yang kamu inginkan. Kakak penuhi, gimana?" kata Dion mencoba membujuk Ayunda dengan mengalihkan pembicaraan.


Ayunda yang masih bersikap cuek saat menjawab ucapan Dion. Kini mulai tertarik dengan yang Dion ucapkan pada nya itu.


"Bener mau penuhi permintaan aku." kata Ayunda masih cuek menjawab ucapan Dion.

__ADS_1


"Iya yank beneran, kamu mau minta apa dari kakak?" kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Nggak tau, aku masih bingung mau minta apa?"


"Ya udah kalau kamu masih bingung kamu bilang nya nanti aja. Saat kamu udah nggak bingung aja yank."


"Aku juga tau kali kak, kalau udah nggak bingung ya aku pasti bilang lah ke kakak."


"Hem... kakak kayanya salah bicara lagi deh."


"Nggak salah tapi kurang tepat."


"Bukannya sama aja ya yank."


"Iya tapi sedikit beda."


"Beda nya dari mana?"


"Dari... eh bentar, bentar kak. Ko jadi bahas ini sih. Aku kan lagi kesel ke kakak."


"Nggak papa yank bahas ini juga. Lagi pula kakak lebih suka kita bahas ini dari pada kamu cuekin kakak terus - menerus." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.

__ADS_1


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2