Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Pengen Cepet


__ADS_3

Mereka berdua mulai melanjutkan lagi langkahnya. Sampai pada akhirnya mereka telah sampai di ruang keluarga.


"Kak belum ada orang apa gimana? ko sepi gini." kata Ayunda setelah berada di ruang keluarga.


"Hem... sepertinya memang belum ada orang yank. Makannya sepi." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Terus mereka pada kemana kak? ih... ko malah jadi gini sih. Masa iya kita cuman berdua aja." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


"Kakak nggak tau yank, mungkin lagi pada ke luar. Jadi nya sepi. Memangnya kenapa kalau hanya berdua. Ntar juga kan kita cuman berdua yank." kata Dion menjawab ucapan Ayunda dan mengingatkan Ayunda.


Kemudian Ayunda menggaruk belakang kepalanya.


"Hehehe... bener juga ya kak, apa yang di ucapin kakak itu. Tapi ko rasa nya aneh kak, apalagi nanti ya. Kalau kakak pergi kerja terus aku otomatis di rumah sendiri dong ya. Makin sepi deh." kata Ayunda menjawab ucapan Dion sambil membayangkan hal yang akan ia alami nanti saat sudah tinggal berdua dengan Dion.


"Ya nggak akan sendiri dong yank, ntar kan ada anggota keluarga baru di rumah." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Siapa? ko aku baru tau kak." kata Ayunda langsung menjawab ucapan Dion.


"Memangnya kamu nggak tau yank." kata Dion bukannya menjawab ucapan Ayunda ia malah bertanya balik pada Ayunda.


Ayunda kemudian menggelengkan kepalanya untuk menjawab ucapan Dion tersebut.

__ADS_1


"Yakin beneran nggak tau." kata Dion mencoba memastikan kembali jawaban yang Ayunda berikan tersebut pada dirinya.


"Iya kak, aku yakin memang nggak tau."


"Ya ampun yank, kakak kira kamu udah tau. Ya udah kalau gitu kakak kasih tau kamu aja sekarang."


"Besok juga nggak papa kak kasih tau nya."


"Memangnya kamu nggak pengen tau sekarang yank."


"Pengen sih, tapi itu terserah kakak aja mau di kasih tau nya kapan?"


Dion tanpa pikir panjang langsung mendekatkan dirinya pada tubuh Ayunda. Membuat Ayunda sempat kebingungan dan kelabakan saat tiba - tiba salah satu tangan Dion berada di perut nya.


"Em.. eh... kak ko tangannya kakak malah nyentuh perut aku. Apa hubungannya?" kata Ayunda yang kelabakan dan belum menyadari yang di maksud oleh Dion tersebut.


"Ya di sini yank, ntar anggota keluarga kita yang akan diem selama 9 bulan sebelum kita bisa menyentuh dan melihatnya secara langsung."


"Jadi maksudnya kakak, itu baby."


"Yap benar sekali."

__ADS_1


"Hem... jadi..."


"Jadi pengen cepet ya yank liat baby nya."


"Itu salah satu nya kak, tapi..." kata Ayunda yang terdiam untuk beberapa saat.


"Jangan bilang kamu belum siap yank." kata Dion yang langsung menjawab ucapan Ayunda.


"Bukan kak, maksud aku memangnya kakak nggak mau menikmati masa berdua dulu. Sebelum ada baby."


"Kalau soal itu sih kakak juga pengen yank, tapi kalau kita udah punya baby bukannya akan lebih baik ya yank menikmati waktu bertiga, berempat, berlima dan ber..." kata Dion yang di potong ucapannya oleh Ayunda.


"Tunggu, tunggu kak, ko sampai banyak gitu. Memangnya kakak mau punya baby berapa?" kata Ayunda yang memotong ucapan Dion.


"Sebanyak - banyak nya yank." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Apa? kakak nggak salah apa? jangan aneh - aneh deh kak, aku nggak mau kalau harus lahirin baby sampai sebanyak itu. Apalagi nggak tentu mau berapa baby? kakak kira aku apa?" kata Ayunda yang sock mendengar ucapan Dion.


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2