Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Mendadak Lupa


__ADS_3

Saat Ayunda melihat ke sekeliling tempat duduk nya. Lagi dan lagi ia bertemu dengan dua orang yang membicarakan nya tadi.


Hingga membuat Ayunda yang haus menjadi malas untuk pergi membeli minum. Karena posisi dua orang itu berada di sekitar penjual minum.


Sehingga hal ini lah yang membuat Ayunda menjadi malas untuk pergi hanya sekedar membeli minum.


"Tuh ada penjual minumnya. Eh... tapi dua orang itu kan yang bicarain aku tadi. Ko bisa ada di sekitaran sini juga. Perasaan aku jalan cukup jauh deh. Kenapa bisa ya ketemu lagi sama dua orang ini?" kata Ayunda yang bertanya - tanya mengenai dua orang yang membicarakannya itu, di dalam pikirannya saat ini.


"Aku jadi males pergi untuk beli minum, kalau ada mereka berdua di sana. Ya udah deh, aku tahan aja nggak usah minum. Diem si sini juga, kaya nya rasa capek juga pasti ilang." kata Ayunda lagi di dalam pikirannya.


Sementara Rini dan Santi, mereka berdua pun juga terheran - heran dengan keadaan saat ini.


"San, liat deh yang duduk di kursi itu. Kaya orang yang tadi teriak - teriak. Bener nggak sih atau aku salah liat, itu cuman agak miripan aja." kata Rini sambil menepuk pundak Santi dengan salah satu tangannya. Kemudian menunjuk Ayunda yang sedang duduk di kursi saat ini.

__ADS_1


"Mana coba Rin, aku liat. Di kursi kan."


"Hem... iya San, itu yang lagi duduk di kursi bagian kanan. Coba kamu liat."


Tanpa menunggu lagi, Santi lalu mulai melihat seseorang yang duduk di kursi paling kanan. Di lihat dari samping memang ciri - ciri nya mirip sekali dengan Ayunda yang mereka temui saat teriak - teriak tadi.


"Kalau di liat - liat sih. Iya deh Rin itu beneran orang yang teriak - teriak tadi. Tapi ko bisa ya dia tiba - tiba ada di sekitaran sini juga."


"Aku juga nggak tau Rin, semoga aja dia nggak liat. Biar nggak di kira kita berdua ini ikutin dia sampai sini."


"Hem... semoga aja San. Ya udah yuk kita ke arah sana aja. Dan nggak jadi ke arah sana nya."


"Lah ko nggak jadi sih Rin, kita kan belum ke arah sana."

__ADS_1


"Kamu ini gimana sih? kalau kita jadi ke arah sana otomatis kita akan lewat di depan orang itu. Terus kita ntar malah beneran disangka ikutin dia. Kan nggak banget." kata Rini menjelaskan ucapannya pada Santi.


"Hem... bener juga apa yang kamu hilang itu. Ko aku bisa mendadak lupa ya. Padahal kan kita baru aja bahas hal itu." kata Santi menjawab ucapan Rini.


"Mungkin kamu lagi nggak fokus aja kali San. Ya udah lah jangan terlalu di pikirin. Sekarang kita pergi ke sana aja. Yuk." kata Rini menjawab ucapan Santi.


"Hem... ya udah deh, yuk langsung pergi aja." kata Santi yang langsung meninggalkan Rini.


"Ya ampun San, ko aku nya malah di tinggal." kata Rini sedikit mengeraskan suaranya karena kini jarak ia dan Santi cukup jauh. Hingga membuat ia terpaksa harus mengeraskan suaranya.


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2