Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Terkejut Dengan Jawaban


__ADS_3

"Hahaha... hahaha... dek, dek. Kena Frank kamu." kata Ayunda dengan tertawa pada si bungsu.


"Maksudnya kenapa Frank apa kak?" kata si bungsu yang belum memahami yang di maksud Ayunda ini.


"Ya itu dek, kamu barusan kena Frank tante Erni. Iya gak tan." kata Ayunda menjawab ucapan si bungsu sambil berkata juga pada tante Erni.


"Hem... iya. Hehehe... maaf ya Gi. Abis nya kamu..." kata tante Erni membenarkan ucapan Ayunda.


Si bungsu yang tak percaya dengan ucapan yang ia dengar dari tante Erni ini sempat memelototkan matanya karena terkejut dengan jawaban dari tante Erni. Bahkan hal ini membuat ucapan tante Erni harus terpotong karena tiba - tiba si bungsu langsung mengeluarkan suaranya.


"Apa? tante frank aku. Tante ko tega sih. Aku punya salah apa ke tante. Sedih nya malah dapet Frank, kalau dapet hadiah sih mending. Lah ini tan, aku malah kena Frank, nasib... nasib... ckckck... ckckck..." kata si bungsu yang tanpa sengaja malah memotong ucapan tante Erni.


"Kamu gak salah apa - apa ko Gi, tapi mungkin nih ya, kamu lagi tante targetin buat kena frank. Hahaha... hahaha..." kata tante Erni menjawab ucapan si bungsu dengan tertawa di ujung kalimat yang ia ucapkan.

__ADS_1


"Hem... tan jahat bener. Ya udah deh, berhubung tante udah jahat ke aku. Aku mau sekarang tante baikin aku dengan mentraktir aku apa pun tanpa batas. Ya tan, bolehkah." kata si bungsu menjawab ucapan tante Erni.


"Lah Gi ko jadi kaya gini." kata tante Erni menjawab ucapan si bungsu.


"Ya harus dong tante, tante kan udah jahat ke aku. Sekarang giliran tante harus baik ke aku." kata si bungsu menjawab ucapan tante Erni.


"Udah mah, setujuin aja. Lagi pula kalau kamu terus bicara yang ada kita gak akan pergi makan mah. Ayo setujui aja." kata om Beni meminta tante Erni untuk menyetujui keinginan si bungsu.


"Iya bener nih tan ucapan om. Tante setuju aja ucapan aku. Iya kan om." kata si bungsu seperti yang mendapatkan dukungan. Iya pun langsung menjawab ucapan om Beni sambil bertanya juga pada om Beni.


"Hem... ya udah berhubung sumber uang nya udah setuju. Jadi tante setuju Gi." kata tante Erni menyetujui keinginan si bungsu.


"Bentar mah, maksud mamah sumber uang itu siapa?" kata om Beni yang bingung dengan ucapan tante Erni.

__ADS_1


"Siapa lagi kalau bukan orang yang minta buat setuju aja ucapan Anggi." kata tante Erni menjawab santai ucapan om Beni.


"Orang yang minta setuju, maksudnya mamah itu berarti papah dong ya orang nya." kata om Beni mengulang sebagian ucapan tante Erni. Kemudian ia pun mulai menyadari bahwa yang di maksud oleh tante Erni adalah dirinya sendiri.


"Hem... benar sekali." kata tante Erni sambil menunjukkan jari jempol nya pada om Beni.


"Kalau tau kaya gitu, tadi papah gak akan minta kaya gitu deh mah. Hem... sepertinya papah berubah pikiran mah. Mamah tarik lagi aja ucapan mamah itu." kata om Beni menjawab ucapan tante Erni.


"Gak bisa om, gak bisa. Tante udah setuju itu artinya setuju. Gak boleh di tarik lagi." kata si bungsu langsung menjawab ucapan om Beni.


Karena ia gak mau jika traktiran yang akan ia terima malah gak jadi. Sehingga ia pun langsung melakukan protes pada om Beni.


"Ya kan masih baru Gi, belum lama tante Erni bilang nya juga. Jadi gak masalah kalau harus di tarik lagi." kata om Beni menjawab ucapan si bungsu.

__ADS_1


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2