
Riri yang mendapat jawaban hanya satu kata itu saja dari Rubi, kini sedang menunggu Rubi melanjutkan ucapannya lagi.
Namun, setelah menunggu sekitar satu menit. Rubi ternyata hanya terdiam dan tak meneruskan ucapannya.
Membuat Riri yang menunggu Rubi mengeluarkan kata lagi dari bibir nya itu. Menjadi geram karena Rubi tak kunjung mengeluarkan suaranya lagi.
Bahkan Riri pun sempat mengata - ngatai Rubi di dalam hatinya.
"Ini papah ko malah diem sih. Nggak tau atau pura - pura nggak tau kalau aku lagi nunggu ia meneruskan ucapan nya lagi." kata Riri di dalam hatinya.
"Eh... malah diem kaya gini seperti patung. Papah, papah bikin emosi aja sih sikapnya. Dari tadi ajakin terus bicara. Lah sekarang ko diem. Ayo lah pah keluarin lagi suaranya."
"Masa harus mamah lagi yang ngalah, capek dong, ntar lama - lama mamah nya. Kalau terus - terusan yang minta maaf."
Itulah kata - kata yang Riri keluarkan di dalam hatinya pada Robi yang terdiam saat ini di hadapannya.
Sedangkan Robi yang terdiam, ternyata malah sedang menunggu Riri untuk mengeluarkan suara nya lagi.
__ADS_1
"Ya ampun mah, ko nggak di jawab lagi sih atau setidaknya mamah bicara apa kek, misal kaya protes gitu sama ucapan papah. Lah ini malah nggak sama sekali. Capek deh lama - lama nunggu mamah bicara lagi ke papah." kata Rubi di dalam hatinya.
Hingga hal tersebut membuat ke duanya kini mulai merasa capek dan lelah karena saling tunggu untuk seseorang di antara mereka bisa bicara terlebih dahulu.
Tetapi tak kunjung ada suara apapun dan yang ada hanya lah keheningan diantara mereka berdua.
Kemudian mereka berdua mulai memutuskan untuk memulai pembicaraan lagi.
Di saat Riri ataupun Rubi ingin mengeluarkan suaranya. Tepat saat itu ternyata suara mereka keluar secara bersamaan.
"Pah" kata Riri pada Rubi secara bersamaan.
Lalu mereka berdua mulai saling terdiam lagi. Kemudian saling pandang, setelah itu kembali mengeluarkan suaranya lagi.
Namun untuk kedua kalinya lagi dan lagi mereka mengeluarkan kata secara bersama kembali.
Kata yang tak jauh beda dari kata yang mereka ucapakan pertama kali secara bersamaan itu adalah kata kedua kali yang mereka keluarkan juga.
__ADS_1
Hingga membuat mereka terdiam, saling lirik dan terakhir mengalihkan pandangannya ke arah yang berbeda dari pandangan mereka yang awalnya saling berhadapan itu.
Sepuluh detik berlalu, pandangan mereka kembali berhadapan lagi. Lalu terlihat lah ekspresi wajah mereka yang sama - sama tak bisa di jelaskan. Karena wajah mereka berdua itu, jika di bilang pengen marah itu ada, pengen ketawa juga ada.
Jadi wajah mereka berdua saat ini sulit untuk di pahami satu sama lain.
"Aduh gimana nih? aku keluarin lagi jangan ya suara aku nya. Tapi kalau barengan lagi gimana? jadi salah tingkah gini aku dan serba bingung juga." kata Riri di dalam hatinya.
"Ko bisa berbarengan terus ya bicaranya. Jadi bingung nih, siapa yang harus mulai duluan dong ucapannya. Kalau ternyata malah terus seperti ini. Hem... membingungkan sekali." kata Rubi sama seperti Riri yang sedang berbicara di dalam hatinya saat ini.
Karena mereka berdua terlalu sibuk berbicara di dalam hati. Dan entah sampai kapan mereka akan seperti itu terus - menerus membuat mereka kini malah asyik berbicara pada hati nya.
Dan seperti enggan untuk memulai lagi pembicaraan di antara mereka itu.
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1