Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Selalu Gagal


__ADS_3

Kemudian Dion kembali menghubungi Ayunda. Saat tombol hubungi itu di tekan. Tak menunggu lama tiba - tiba.


Sambungan telpon itu pun terputus dengan sendirinya. Hal ini membuat Dion menjadi geram karena lagi dan lagi telpon itu selalu gagal.


"Argh... kenapa lagi sih? ku lempar juga nih hanphone, percuma nggak berguna juga." kata Dion dengan emosi sambil memegang hanphone dengan begitu kuat dan bahkan hampir ia buang hanphone milik nya itu.


Anak kecil yang bernama Radit kemudian mengalihkan pandangannya saat Dion marah - marah seperti itu.


Lalu dengan memberanikan diri Radit mulai bertanya pada Dion.


"Om, om kenapa teriak - teriak?" kata Radit bertanya pada Dion.


Dion yang sedang berteriak, seketika menghentikan teriakannya itu. Saat ia mendengar suara Radit.


Dengan bingung Dion kemudian menjawab ucapan Radit. Anak kecil yang duduk di samping kanannya itu.


"Om... em... om... la...gi... sedikit emosi makannya teriak. Iya sedikit emosi." kata Dion menjawab ucapan Radit.

__ADS_1


"Ko bisa om, om emosi karena apa?" kata Radit bertanya lagi pada Dion.


"Om... emosi karena itu anu. Em... gimana ya, sebenernya om nggak bisa cerita ke anak kecil karena anak kecil nggak perlu tau urusan orang dewasa."


"Gitu ya om, tapi kalau misalnya om mau bilang ke aku juga nggak papa om. Aku juga suka denger cerita dari mamah. Jadi aku juga udah dewasa om. Kalau aku masih kecil aku nggak akan di panggil abang sama dek Lulu."


"Hem... gitu, jadi kamu itu udah dewasa."


"Bukan om aku bukan udah dewasa."


"Lalu kamu itu apa? tadi om bilang anak kecil kamu nggak mau sekarang om bilang udah dewasa malah bilang bukan. Lalu kamu itu apa?"


"Ini tuh sebenernya aku yang salah bicara atau aku yang lagi di buat salah sama nih anak. Ko jadi kaya gini jawabannya." kata Dion berbicara di dalam hatinya.


"Om ko om malah diem. Om yakin beneran nggak papa." kata Radit saat melihat Dion malah terdiam ketika ia menjawab ucapan Dion.


"Eh... apa? maaf, maaf om barusan lagi... lagi... em... lupain deh. Oh iya om boleh tau nama kamu siapa nggak biar nggak bilang kamu terus om nya."

__ADS_1


"Kata mamah aku nggak boleh kasih tau nama aku ke sembarangan orang om. Tapi karena keliatannya om itu orang baik, jadi aku akan kasih tau om. Kalau nama aku tuh Radit. Kalau om nama nya siapa?"


"Oh jadi nama kamu Radit. Kalau om namanya Dion."


"Iya om nama aku Radit. Jadi nama om itu om Dion."


"Iya om nama nya Dion."


"Oh iya, tadi kata kamu mamah kamu nggak izinin kamu buat kasih tau ke orang lain nama kamu. Emangnya mamah kamu ada sama kamu juga. Em... maksudnya om ada di sini juga." kata Dion melanjutkan ucapannya.


"Iya om ada di sini juga. Sekarang mamah lagi beli minum buat aku. Terus aku di suruh duduk di sini tunggu sampai mamah selesai beli minum dan kembali ke sini lagi." kata Radit menjawab ucapan Dion.


"Oh jadi gitu."


"Iya om" kata Radit menjawab ucapan Dion. dengan singkat.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2