
"Ini adek maksa bener sih, jadi bikin resah aja." kata Ayunda berbicara pada dirinya sendiri.
"Kenapa yank? ko setelah liat hanphone kamu jadi keliatan marah gitu. Emangnya kamu lagi liat apa sih di hanphone?" kata Dion bertanya pada Ayunda hingga membuat Ayunda yang sedang terdiam setelah berbicara sendiri tadi menjadi terkejut.
"Eh... kak apa sih, bikin kaget aja." kata Ayunda yang terkejut mendengar suara Dion untuk nya.
"Lah yank kakak kan cuman tanya bukan sengaja bikin kamu terkejut." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Ya tapi liat - liat dulu dong kak kalau mau tanya itu. Aku nya lagi apa, emangnya kakak nggak liat apa tadi aku ngelamun." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Maaf deh yank kakak salah" kata Dion akhirnya memilih untuk meminta maaf pada Ayunda.
"Telat udah terjadi baru deh bilang kaya gitu." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
__ADS_1
"Ya setidaknya kakak kan udah minta maaf ke kamu yank." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Udah deh kak berisik tau bicara terus" kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Yank padahal kakak baru loh ini bicara lagi ke kamu, ko malah di bilang berisik." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Bisa diem kan atau nggak bisa sama sekali. Kalau nggak bisa diem kakak pergi dulu aja sana. Aku lagi pusing nih denger kakak bicara terus." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Iya deh yank kakak diem" kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Em... gimana ya? aku telpon atau aku tunggu kakak telpon aku dulu ya." kata si bungsu dalam pikirannya itu saat ini.
"Tunggu dulu kali ya. Iya deh tunggu satu menit kalau misalnya nggak ada juga telpon dari kakak aku langsung telpon aja. Cerdas banget sih kamu, ya iya lah aku gitu loh." kata si bungsu dalam pikirannya lagi sambil memuji dirinya sendiri pada akhir kalimat yang di ucapkan nya itu.
__ADS_1
Beberapa detik telah berlalu. Kini detik itu mulai berganti menjadi menit hanya tinggal beberapa detik lagi.
"Sepuluh detik lagi nih mau satu menit, ko kakak belum telpon aku ya. Apa jangan - jangan kakak malah nggak mau telponan sama aku lagi. Ntar malah kemungkinan hanphone kakak malah di matikan lagi. Nggak bisa di biarin ini, aku harus cepat telpon kakak." kata si bungsu mulai kepikiran hal - hal negatif yang akan terjadi nanti nya ketika ia malah menunggu tanpa kepastian dari Ayunda.
Ketika ia mulai akan menekan tombol telpon dengan tujuan nomor Ayunda. Seketika ia malah mendapatkan sebuah pemikiran lagi.
"Bentar - bentar kalau aku telpon, aku kan nggak bisa liat wajah kakak gimana nanti respon nya setelah aku bahas mengenai foto itu. Bisa - bisa malah nggak seru nih. Ah... aku lakukan panggilan Vidio aja deh. Ini kan bisa langsung liat wajah kakak. Bagus nih idenya." kata si bungsu berkata pada dirinya sendiri.
Saat telah usai berkata seperti itu. Si bungsu pun mulai melakukan panggilan Vidio untuk Ayunda.
Sambungan Vidio itu masih menunggu Ayunda menjawabnya. Tapi saat panggilan itu sudah terputus dengan sendirinya tak ada sama sekali yang menerima panggilan itu. Hingga si bungsu mulai mengulangi panggilannya lagi pada Ayunda.
Bersambung...
__ADS_1
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼