Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Tak Ingin Tertinggal


__ADS_3

"Yank jangan terus kaya gini." kata Dion yang masih berada di belakang Ayunda.


Lalu Ayunda pun mulai berhenti. Membuat Dion yang berada di belakangnya menjadi bahagia karena Ayunda telah menghentikan langkahnya itu.


Belum sempat Dion mengatur napasnya karena berjalan dengan cepat di belakang Ayunda. Dion yang sudah sampai di tempat Ayunda berhenti, seketika harus melanglah kan kakinya lagi karena ternyata Ayunda kembali melangkahkan kakinya.


"Yank tunggu dulu. Jangan langsung pergi gitu aja. Kakak capek nih, mau istirahat dulu. Jadi tunggu ya yank, bentar aja. Ntar marahnya di lanjut lagi setelah kakak istirahat. Boleh kan yank, yank boleh ya. Please." kata Dion yang membujuk Ayunda.


Sementara si bungsu yang di tinggal oleh Dion dan Ayunda. Kini mulai terlihat mendekati mereka berdua.


"Tuh dia kakak sama kakak ipar. Cepet bener jalannya. Mana aku di tinggal lagi. Kan bikin sebel jadi nya. Terus di tambah lagi ini kaki udah pegel terus - terusan jalan kaya gini. Di tambah lagi jalannya juga harus cepat - cepet makin pegel deh nih kaki. Kak, kak kalau udah marah, gini nih suka nyusahin orang." kata si bungsu berbicara pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Setelah itu, si bungsu pun mulai melangkahkan kakinya lebih cepat dari sebelumnya. Walau ia sudah capek dan pegel tapi apa boleh buat hal ini yang harus ia lakukan jika ia tak ingin tertinggal jauh dari Dion dan Ayunda.


Dengan penuh tekad si bungsu yang berada cukup jauh dari Ayunda dan Dion. Kini hanya tersisa beberapa cm saja.


"Ayo Anggi bentar lagi kamu sampai di dekat kakak dan kakak ipar mu. Semangat Anggi semangat. Yo kamu pasti bisa, semangat." kata Anggi menyemangati dirinya sendiri.


Baik Dion dan Ayunda yang saat ini masih bersitegang tak menyadari bahwa si bungsu berada di dekat mereka hanya tersisa beberapa cm saja.


"Yank, ko kamu tega sih sama kakak. Kakak udah beneran capek nih yank. Berhenti dulu ya jalannya. Please yank berhenti ya." kata Dion masih membujuk Ayunda.


Ayunda yang mendengar kata bujukan dari Dion sempat membalikan tubuh nya dan setelah itu ia pun kembali membalikan tubuh nya lagi. Karena ia takut Dion menyadari bahwa ia sempat melihat kebelakang.

__ADS_1


Karena kebetulan saat Ayunda melihat kebelakang posisi Dion sedang menundukkan kepalanya. Walau kaki Dion masih tetap berjalan. Namun, kepalanya sempat Dion tundukan. Karena efek dari rasa capek yang saat ini ia rasakan.


Hingga tanpa di sadari ia berjalan dengan menundukkan kepalanya itu.


"Kasian juga liat kakak, kayanya kakak beneran capek deh. Tapi kalau aku luluh dan mau ikutin ke mauan kakak, ntar yang ada kakak malah makin buat aku jadi... em... ya udah deh aku lanjutin aja dulu jalannya. Siapa tau ntar capek nya kakak udah berhenti." kata Ayunda setelah melihat kebelakang.


"Kak, kakak ipar tunggu adek dong. jangan terus - terusan di tinggal, adek kan jadi takut. Ntar kalau ke sasar gimana? mana adek nggak tau tempatnya lagi. Terus - terus nanti bisa - bisa adek ada yang culik, kan bisa - bisa adek malah..." kata si bungsu yang tak meneruskan lagi ucapannya itu.


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2