
"Emang bener gitu mah, wajah papah itu lucu dan lugu." kata Robi mencoba memastikan ucapan Riri tersebut pada dirinya.
"Iya pah bener, makan nya sampai buat mamah ketawa."
"Hem... masa sih mah, ko papah nggak percaya ya."
"Ya udah pah, kalau papah nggak percaya lupain aja. Kita nggak perlu bahas itu lagi."
"Tapi..."
"Pah, udah ah jangan bahas lagi. Mamah lagi penasaran nih. Liat orang itu yang kebingungan." kata Riri menjawab ucapan Robi untuk meminta Robi agar tak terus menerus membahas hal yang saat ini sedang mereka bicarakan.
Sampai Riri pun menunjuk Dion untuk mengalihkan pembicaraannya itu dengan Robi.
"Ih... mamah kalau udah penasaran pasti deh lupain papah."
__ADS_1
"Apa sih pah, jangan gitu ah. Mamah nggak lupain papah ko, sejak kapan mamah kaya gitu kalau lagi penasaran suka lupa sama papah." kata Riri menjadi tak enak pada Robi.
"Sering bukan sejak lagi mah. Mamah kan suka lupain papah kalau udah penasaran." kata Robi menjawab ucapan Riri dengan cepat.
"Nggak ko pah, mamah nggak kaya gitu. Papah nya aja yang baperan makan nya berpikiran kaya gitu."
"Terserah mamah aja kalau gitu." kata Robi yang seketika mengalihkan pandangannya bukan ke arah Riri lagi.
Riri yang melihat Robi malah mengalihkan wajah nya, kini ia mulai berbicara di dalam hatinya.
"Perasaan aku kan nggak bilang tuh orang ganteng, gagah, atau apa lah sejenis nya. Ko sikap nya papah kaya gini sih. Aku kan cuman penasaran aja. Tapi kalau di liat - liat sih tuh orang memang ganteng juga dan gagah juga. Hem... tapi sayang nya tuh orang sikap nya aneh." kata Riri lagi di dalam hatinya.
Setelah cukup Riri berbicara di dalam hatinya. Ia mulai mengeluarkan suaranya lagi pada Robi.
"Pah liat sini dong. Jangan liat ke arah sana." kata Riri mencoba membujuk Robi sambil memegang kedua pipi Robi dengan kedua tangannya. Lalu ia pun mencoba mengarah kan pandangan Robi dengan tangan nya yang saat ini memegang ke dua pipi nya Robi.
__ADS_1
Namun, sebelum wajah Robi menoleh ke arah nya. Seketika Robi pun menahan wajah nya agar tak menoleh ke arah Riri.
"Pah jangan gini lah. Iya deh iya mamah nggak akan penasaran lagi sama tuh orang. Papah sekarang liat ke arah mamah ya. Please." kata Riri pada Robi.
Robi dengan cepat mengarahkan pandangannya itu ke arah Riri. Lalu ia pun tak mengeluarkan suara apa pun untuk menjawab ucapan Riri tersebut. Hanya pandangannya saja yang saat ini mengarah ke arah Riri.
Membuat Riri yang menunggu Robi mengeluarkan suaranya. Tetapi tak ada sama sekali kata yang keluar dari bibir Robi. Membuat ia mulai mengeluarkan suara nya pada Robi.
"Pah, papah udah nggak marah lagi kan ke mamah. Jangan gini lagi ya pah. Mamah janji mamah nggak akan kepoin orang itu lagi." kata Riri pada Robi.
Robi yang mendengar ucapan Riri ini. Awalnya masih enggan untuk menjawab ucapannya itu. Namun, saat ia pikir - pikir lagi ia pun mulai menjawab ucapan Riri tersebut.
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1