Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Sangat Cocok Dan Serasi


__ADS_3

"Kak ko ibu, ayah, mamah, papah sama adek ada di sini. Kapan mereka datang kak?"


"Sebelum kita ke sini. Mereka semua udah ada di sini menyiapkan semuanya. Jadi yuk sekarang kita temui mereka dan mengucapkan terimakasih karena mereka telah menyiapkan ini semua untuk kita."


"Ih... bukan itu kak yang aku maksud. Aku tau kalau mereka datang sebelum kita ke sini. Soalnya dari tadi mereka udah duduk di sana kan. Tapi yang aku maksud itu. Sebelum acara ini ko aku nggak liat mereka tadi. Apa mereka baru datang atau lagi keluar saat aku dan kakak datang ke tempat ini."


"Kamu nya aja yank yang nggak teliti liat mereka. Soal nya kamu tau nggak dari kemarin mereka udah ada di sini dan tadi pas kamu keliling liat ke atas mereka lagi bicara sama kakak di bawah."


"Oh ya kak masa sih, ko aku nggak denger ada suara ya."


"Entahlah kakak nggak tau mungkin kamu terlalu fokus kali liat - liat tempatnya sampai nggak denger ada yang bicara."


"Hem... mungkin kaya gitu kali ya"


"Ya udah yank yuk langsung ke sana"


"Yuk"

__ADS_1


Saat mereka melangkahkan kaki berjalan untuk menemui keluarga mereka semua mata melihat mereka yang sangat cantik dan ganteng.


Apalagi baju yang mereka kenakan sangat cocok dan serasi.


"Waw... bu, yah, mah, pah mereka berdua serasi ya. Em... cantiknya kakak ku dan gantengnya kakak ipar ku."


"Iya" kata ibu dan mamah menjawab secara bersamaan.


Sementara ayah dan papah mereka berdua hanya menganggukkan kepala dan tersenyum sebagai jawaban atas ucapan si bungsu tersebut.


Dion dan Ayunda mereka berdua kini telah sampai di depan keluarganya.


"Kak gimana bagus nggak kejutannya?" Ya seseorang itu adalah si bungsu.


"Em... itu tangan mau gandengan terus, kayanya susah kali ya di lepas, ada yang jomblo nih di sini. Mau gandengan juga sama siapa nasibnya jadi jomblo."


"Em... bagus banget makasih udah siapin ini semua buat kita berdua."

__ADS_1


"Dan buat kamu dek, emang nya salah gitu kalau kakak nggak mau lepas gandengannya. Ya begitu lah nasib jomblo kaya kamu. Oh iya kalau kamu mau tuh tadi kakak liat ada yang duduk sendiri loh di ujung sana lagi nunggu orang yang bisa di gandeng. Gih sana pergi temuin dia biar bisa gandengan tangan."


"Apaan sih kak, masa cewe langsung pergi temui cowo terus malah langsung gandengan. Kan nggak banget gitu kak. Lebih baik nggak gandengan sekalian dari pada harus..."


"Harus apa?"


"Em... harus, nggak jadi deh kak, Ya udah sekarang kakak dan kakak ipar duduk dan nikmati acara ini oke."


"Hem" kata Ayunda menjawab ucapan si bungsu dengan deheman saja.


Setelah berkata seperti itu Ayunda dan Dion kini telah duduk bersama keluarga nya. Hingga tak terasa mereka sudah cukup lama berbicara dan kini tibalah saat nya. Mereka berdua mengucapkan sepatah dua patah kata untuk semua orang yang ada di acara mereka saat ini.


Beberapa menit telah berlalu mereka berdua telah selesai mengucapkan sepatah dua patah kata pada semua orang.


Kini acara dilanjutkan dengan beberapa orang yang menampilkan sesuatu untuk memeriahkan acara yang di adakan malam ini.


Bersambung...

__ADS_1


Sambil nunggu kelanjutannya yuk mampir juga ke novel ke tiga nya author. Judulnya : Menunggu Penantian Tanpa Batas


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2