
Tak terasa adzan magrib pun telah tiba. Dan kami bertiga pun telah selesai mengelilingi penginapan ini.
Dari ujung depan sampai ujung belakang. Bahkan tempat - tempat yang bisa kami gunakan dan tidak bisa kami gunakan sudah di beritahu oleh pak Dadang.
Kemudian pak Dadang pamit pulang pada Ayunda dan Dion. Karena beliau telah selesai mengerjakan tugas untuk melihat - lihat setiap sudut penginapan pada Ayunda dan Dion.
Setelah ke pergian pak Dadang. Ayunda dan Dion lalu melaksanakan kewajiban mereka yaitu shalat magrib bersama.
Seperti biasanya mereka pun mengobrol setelah usai melaksanakan shalat. Sambil menunggu adzan isya tiba.
Karena terlalu asyik dengan obrolan mereka sampai tak sadar adzan isya telah selesai terdengar.
Lalu mereka pun mengakhiri obrolan mereka dan mengambil wudhu untuk melaksanakan shalat isya.
Setelah selesai shalat isya. Mereka berdua pun melangkah kan kaki ke meja makan yang ada di penginapan. Terlihatlah di sana sudah ada makanan yang tersaji berbagai macam.
Karena tadi pak Dadang lah dan istrinya yang telah menyiapkan makanan tersebut. Dan mereka langsung pulang setelah selesai menyajikan makanan itu.
Kini tinggal lah Ayunda dan Dion yang sedang duduk di salah satu kursi yang ada di meja makan tersebut.
__ADS_1
Saat Ayunda ingin memasukan makanan kedalam mulutnya. Rasa makanan tersebut seperti rasa yang susah sekali untuk di telan.
Mengapa seperti itu. Sebab setiap ia ingin memasukan makanan itu di sudut kiri, kanan, depan, belakangnya seperti ada seseorang yang melihatnya.
Dan entahlah siapa seseorang itu. Namun rasanya makanan atau minuman yang sudah masuk ke dalam perut pun seperti tak membuat kenyang sama sekali. Karena rasa ketakutan yang ada pada diri Ayunda.
Namun, akhirnya makan malam pun telah selesai. Dion lalu pamit pada Ayunda untuk pergi ke kamar dulu sebentar.
Awalnya Ayunda tak ingin ditinggal. Tetapi setelah Dion memberikan alasan kalau ia tak akan lama. Baru lah Ayunda membiarkan Dion untuk pergi.
Disinilah Ayunda sedang duduk di sofa ruangan yang ada di penginapan. Lalu ketika Ayunda sedang sibuk melihat handphone nya. Terdengar nada dering telpon disana.
"Assalamualaikum kak" suara si bungsu di sebrang sana.
"Wa'alaikumsalam" kata Ayunda menjawab salam dari adek nya.
"Gimana kak udah sampai di tempat liburan?" tanya si bungsu pada kakaknya.
"Udah dek" jawab Ayunda singkat.
__ADS_1
"Syukur deh kak kalau udah, oh iya kak tempatnya pasti menyenangkan bukan" kata si bungsu lagi.
"Ih dek, menyenangkan apanya kamu ini ada - ada aja. Yang ada tempat ini buat kakak ingin kabur tau nggak sih" kata Ayunda yang menjelaskan keadaan tempat liburannya.
"Lah ko bisa si kak" kata si bungsu yang pura - pura nggak tau.
"Jangan buat kakak naik darah, dek kamu itu. Kamu tau sendirilah gimana tempat ini" kata Ayunda yang udah mulai emosi sama pertanyaan adek nya itu.
"Hem iya deh iya maaf. Tapi emangnya semenakut kan itu ya kak" kata si bungsu yang merasa bersalah dan tak lupa juga bertanya tempat liburannya tersebut seperti apa.
"Iya dek, bahkan lebih menyeramkan sama cerita yang kamu ceritain ke kakak" kata Ayunda mengiyakan pertanyaan si bungsu.
"Oh ya kak, boleh dong aku liat tempat itu. Lewat vc aja deh kak kalau boleh" kata si bungsu yang ingin melihat tempat liburannya.
Bersambung...
Lanjut nggak nih ceritanya, kalau mau lanjut jangan lupa kasih like, Comment, dan vote ya buat author. biar author semangat bikin kelanjutan ceritanya.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1