Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Keromantisan Mereka


__ADS_3

Dan inilah percakapan yang terjadi kala si bungsu menggoda kakak nya.


"Cie...pengantin baru datangnya aja berdua, terus ini lagi bergandengan tangan kaya yang mau nyebrang aja. panas nih hati ngeliatnya"


"Iya dong harus. Biar yang jomblo kaya kamu ngiri liatnya" Sahut Ayunda membalas godaan adiknya itu.


"Iyalah iya, pengantin baru mah bebas, ya ngga kakak ipar"


"Benar sekali, apa lagi kalau lagi berdua di kamar. Lengket kaya ngga mau pisah barang sedetik pun" Dion pun menjawab pertanyaan yang dilontarkan Anggi barusan dengan jawaban tak luput dari kata yang menggelitik sampai mau muntah Anggi di buatnya.


"Eyak... kakak ipar bisa juga ternyata buat kata - kata kaya gitu"


"Siapa dulu dong kakak ipar mu"


"Hem iya lah ka"


"Eh tunggu - tunggu ngga ada angin ngga ada hujan ko bisa ya kakak sama kakak ipar akur gini biasanya juga pada diem - diem bae"


"Tak apa lah dek, kaya gini kan lebih bagus dari pada kaya kemarin iya ngga. Biar bikin iri yang jomblo gitu"

__ADS_1


"Hem nyindir nih ceritanya. Tapi tak apalah, karena apalah daya nasib yang jomblo liat orang yang bergandengan tangan mesra sama pasangannya itu bikin jiwa terasa..."kemudian Dion pun memotong ucapannya Anggi.


"Terasa mau nangis dan pengen kaya mereka kan yang lagi bergandengan tangan"


"Bukan ka tapi terasa mau nyiram tuh pasangan yang udah ngga punya perasaan banget liatin kemesraan di depan orang jomblo"


krikk...krikk...krikk


"Heh garing ya ucapan ku tadi" (Anggi pun sambil memasang wajah bengong nya saat mengucapkan perkataannya tadi).


Karena wajah yang begitu terlihat seperti orang bodoh dan membuat siapa pun yang melihatnya bisa tertawa begitu aja. Mereka semua pun tertawa lepas melihat wajah Anggi itu.


Setelah kejadian konyol yang Anggi lakukan mereka semua pun melanjutkan aktivitas yang akan mereka lakukan kala itu.


Sebab mereka memang belum kembali ke aktivitas bekerja karena masih suasana pengantin baru.


Kini lah saat nya hari ke enam setelah hari minta maaf itu terjadi. Dimana hari ini adalah hari yang di tunggu Dion selama malam pertama itu tak terlaksana dengan baik dan semestinya.


Saat waktu senggang dan hanya mereka berdua disana. Dion pun mulai menanyakan tentang tamu bulanan itu kepada Ayunda.

__ADS_1


"Sayang, tamu bulanannya udah pergi kan?"


"Eh gimana ya kak, kalau misalnya aku bilang belum Kakak percaya gak"


"Ngga"


"Ko gitu sih ka"


"Ya iyalah sayang kamu kan bilang waktu itu empat atau enam hari. Nah ini kan aku tanyain nya pas hari ke enam. Jadi jawabannya pasti udah lah"


"Ih tapi kan bisa aja kak, belum pergi iya ngga"


"Kalau misalnya belum pergi. Nanti kakak yang nyuruh biar datang bulan kamu bisa pergi"


"Emangnya bisa gitu kak"


"Bisa lah apa sih yang ngga bisa kakak lakuin. Bahkan kalau bisa kakak mau langsung buat kamu tak bisa berdiri setelah kakak bisa buka segel"


"Oh ya masa sih, percaya diri banget sih kak. Paling juga nanti kuatnya cuman beberapa menit aja" Ayunda pun menjawabnya sambil menyindir Dion yang begitu percaya diri.

__ADS_1


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2