Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Memberitahukan Alasannya


__ADS_3

"Kenapa ngga kak? kakak ngga lagi bohongin aku kan" Ayunda kemudian menanyakan kembali tentang respon Dion itu.


Lalu Dion pun, bukan menjawabnya melainkan melontarkan pertanyaan kepada Ayunda. "Menurutmu? Aku harus marah gitu. Bukannya bagus ya aku ngga marah"


"Iya sih kak, tapi aku kira kakak akan marah atau gak diemin aku lagi"


"Buat apa ngga ada manfaatnya juga. Malah bikin hubungan kita ngga baik kalau misalnya aku marah dan diemin kamu"


"Ya siapa tau aja. Kakak ngga terima aku bohongin kakak waktu itu"


"Em, kalau boleh jujur sih, kakak awalnya sempet marah tapi kakak tahan biar gak mengeluarkan kemarahan kakak ini ke kamu. Kakak takut terpancing emosi dan melampiaskan kemarahan kakak dengan sangat buruk ke kamu. Jadi kakak pendam aja kemarahan kakak itu"


"Maaf ya sekali lagi udah bohongin kakak"


"kamu ngga perlu minta maaf, kakak justru seneng liat kamu yang sama - sama menahan hasrat yang menginginkan lebih. Dan satu lagi kamu akhirnya tau bagaimana rasanya menahan hasrat itu sangat menyiksa iya ngga"


"Hem iya kak, ngga enak banget rasanya"

__ADS_1


"Makannya kalau merencanakan sesuatu itu harus dipikirin baik - baik dan harus tau juga konsekuensi nya seperti apa?"


"Iya dek ka iya. Lain kali ngga akan ngulangin lagi deh janji"


"Baiklah ku pegang janjimu itu" Dion pun kemudian bergegas untuk pergi meninggalkan Ayunda.


"Eh kak tunggu bentar deh, ko aku masih ngga percaya sama ucapan kakak yang ngga marah saat tau aku berbohong. Atau jangan - jangan kakak udah tau ya kebohongan aku ini" Ayunda pun masih ingin tau alasan pasti Dion ngga marah sama dirinya.


Hingga Dion kemudian mendekatin lagi Ayunda. "Kamu yakin? ingin tau kenapa?"


"Jadi gini alasan kenapa aku marah itu karena...kamu (Hening karena Dion tak melanjutkan ucapannya itu)


"Ih, lama banget sih kak" Ayunda pun memasang wajah kesalnya karena Dion malah diem ngga ngelanjutin ucapannya itu. Kan jadi bikin penasaran bisa mati berdiri Ayunda kalau ngga dilanjutin ceritanya.


"Bentar dong sabar dikit napa. Inikan lagi cari kata yang pas, biar kamu bisa memahaminya dengan baik. Kamu itukan kalau di kasih tau suka motong pembicaraan orang gitu aja. Dan terbuktikan barusan aja kamu langsung motong gitu aja. Padahal kakak kan belum selesai bicaranya."


"Iya deh iya, sekarang udah bisa dilanjut lagi kan ucapannya"

__ADS_1


"Hem" Dion pun hanya menjawabnya dengan deheman saja.


"ih kak jangan hem aja. Dilanjutin ucapannya"


"Oke - oke. Aku lanjutin deh ucapannya. Jadi gini ya kenapa aku ngga marah karena aku memang udah tau kalau kamu bohong selama ini sama aku"


"Oh gitu ya. Lalu darimana kakak tau kalau aku bohong?"


Dion pun memberitahukan alasannya kepada Ayunda tanpa ada yang ditutupi lagi olehnya.


"Ya aku tau sendiri. Soalnya waktu itu aku liat kamu shalat. Tiga hari setelah kamu berbohong. Ya aku kan jadi penasaran masa iya yang kedatangan tamu bulanan bisa melaksanakan shalat bukannya ngga ya. Nah disitulah aku mulai curiga sama kamu. Hingga akhirnya di hari ke empat aku pura - pura masih tidur pas waktu subuh. Kemudian aku liat kamu bangun dan pergi ke kamar mandi lalu setelah itu melaksanakan shalat. Terus aku coba ngikutin aja skenario kebohongan kamu sampai tadi kamu berkata jujur ke aku."


"Oh pantes saja kakak ngga marah saat aku berkata jujur tadi"


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2