
"Abisnya kakak yang mulai, jadi keliatan marah kan akunya." kata si bungsu yang tak mau di salahkan oleh Ayunda.
"Hem... kamu tetep salah lah dek, memangnya nggak sadar apa." kata Ayunda menjawab ucapan si bungsu.
"Terserah kakak, lagi pula aku nggak salah ko." kata si bungsu menjawab ucapan Ayunda.
"Stop, sudah... sudah jangan di lanjutin lagi. Pusing lama - lama deket sama kalian." kata tante Erni yang tak habis pikir sama tingkah si bungsu dan Ayunda.
"Hem... maaf tante, dek cepet minta maaf sama tante." kata Ayunda yang langsung meminta maaf pada tante Erni dan menyuruh si bungsu untuk meminta maaf juga.
"Iya tante maafin Anggi." kata si bungsu yang langsung meminta maaf pada tante Erni.
"Hem..." kata tante Erni hanya menjawab ucapan Ayunda dan si bungsu dengan deheman saja.
"Tante udah maafin kita kan tan." kata Ayunda mencoba memastikan apakah tante Erni telah memaafkan kesalahannya ia dan si bungsu atau belum.
"Hem... iya tante maafin." kata tante Erni menjawab ucapan Ayunda.
__ADS_1
"Ah... tante baik deh." kata Ayunda yang langsung memeluk tante Erni.
Sementara si bungsu yang melihat Ayunda langsung memeluk tante Erni. Tak ketinggalan ia pun langsung memeluk tubuh mereka berdua.
Sehingga posisi mereka saat ini saling berpelukan.
"Iya kakak bener, tante ini memang baik." kata si bungsu yang kini sedang memeluk tubuh Ayunda dan tante Erni.
Tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang saat ini sedang melihat pelukan mereka bertiga ini.
Ya kedua pasang mata itu. Kemudian akan mengeluarkan suaranya.
Ya, itu adalah suara Dion. Sementara satu pasang mata lagi adalah dia suami tante Erni yaitu om Beni.
"Hem... mamah pelukan seperti ini. Mana di tempat sepi lagi. Ntar menimbulkan banyak dugaan loh." kata om Beni pada tante Erni.
"Dugaan apa pah? jangan aneh - aneh." kata tante Erni yang saat ini telah mengakhiri pelukannya. Kemudian menjawab ucapan om Beni.
__ADS_1
"Ya nggak tau mah, karakter orang kan beda - beda. Mana papah bisa tebak semua nya. Lagi pula kenapa harus pelukan di tempat ini sih mah. Mending peluk papah di dalam kamar." kata om Beni menjawab ucapan tante Erni.
Ucapan om Beni ini sempat membuat ke empat orang tersebut menjadi terbengong dengan ucapan om Beni yang terakhir.
"Ya ampun om, bisa - bisa nya om bilang gitu. Di depan anak yang belum nikah kaya aku ini. Om tau kan kalau ini tuh salah." kata si bungsu malah menyalahkan om Beni.
"Salah apa sih Gi, kamu nih kaya nya udah mikir ke arah yang jauh - jauh deh. Om kan cuman bilang pelukan di kamar. Memangnya kata itu salah ya." kata om Beni menjawab ucapan si bungsu.
"Salah dong om, di sini kan nggak boleh bahas yang kaya gitu. Jadi om melakukan kesalahan." kata si bungsu seperti ingin memojokkan om Beni berbuat kesalahan.
"Memangnya salah ya mah, papah bicara seperti barusan." kata om Beni yang pada akhirnya bertanya pada tante Erni.
"Nggak ko pah, nggak salah. Tapi mungkin menurut Anggi agak sedikit aneh aja ucapan papah barusan." kata tante Erni menjawab ucapan om Beni.
"Kalau gitu sama aja mah, intinya papah salah." kata om Beni yang langsung menyimpulkan ucapan tante Erni.
"Nggak salah pah, tapi menimbulkan berbagai macam paham menurut Anggi." kata tante Erni menjawab ucapan om Beni.
__ADS_1
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼