Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Sebuah Tawaran


__ADS_3

"Geli apanya? bilang aja takut di liat cowok. Ntar cowok nya malah pergi karena liat kita yang pelukan." kata Kirani lagi - lagi malah mau berbuat ulah lagi.


"Eh... lupa... jangan dengerin aja ya ucapan aku yang barusan. Kamu anggap aja aku nggak pernah bilang apa - apa ke kamu barusan. Jadi lupain ya please." kata Kirani yang sudah panik setelah mati. Takut Ririn malah ngambek lagi pada dirinya karena mendengar ucapan yang secara spontan ia keluarkan dari bibirnya tadi.


"Kalau udah terlanjur denger gimana?" kata Ririn bertanya pada Kirani.


"Em... kalau gitu, kamu pura - pura nggak denger dan nggak tau aja. Ya setuju kan." kata Kirani menjawab ucapan Ririn.


"Nggak ah... nggak mau setuju kalau kaya gitu." kata Ririn menjawab ucapan Kirani.


"Ko nggak mau. Mau ya, ntar aku traktir deh." kata Kirani mencoba membujuk Ririn agar menyetujui ucapannya itu dengan memberikan sebuah tawaran untuk mentraktir Ririn.


"Yakin nih, mau di traktir aku nya. Kamu nggak bohong kan Kirani." kata Ririn memastikan kembali ucapannya.


"Yakin dua ratus persen aku akan terakhir kamu." kata Kirani menjawab ucapan Ririn dengan sangat yakin.

__ADS_1


"Oke deh kalau kaya gitu. Aku setuju nggak denger ucapan kamu yang tadi itu." kata Ririn yang menyetujui ucapan Kirani.


"Leganya, tapi minta traktir nya jangan yang mahal - mahal ya. Soalnya masih jauh dapet uang gaji nya. Oke." kata Kirani menjawab ucapan Ririn.


"Aku kira bebas minta apa aja dan nggak di bates. Kalau tau bakalan kaya gini sih, tadi aku nggak setuju ucapan kamu itu." kata Ririn yang menyesali persetujuan atas ucapannya pada Kirani.


"Ih... jangan kaya gitu. Setidaknya kan aku udah penuhi janji mau traktir kamu. Jadi ya kamu harus terima dong. Siapa suruh tadi nggak tanya aku dulu sebelum setuju ucapan aku itu. Makannya ya, aku saranin nih. Lain waktu kalau kamu mau setuju ucapan aku lebih baik di tanyain dulu ke jelas nya sampai sejelas - jelasnya biar nggak nyesel seperti ini lagi kan. Itu sih cuman saran aja ya, mau kamu terima nggak masalah nggak di terima juga nggak masalah juga sih buat aku." kata Kirani menjawab ucapan Ririn dengan cukup panjang.


"Hem... iya, lain waktu aku pastiin nggak akan ketipu seperti sekarang lagi sama ucapan kamu itu." kata Ririn menjawab ucapan Kirani.


"Oke kita liat aja nanti." kata Kirani sambil menunjukkan tanda ok dengan tangan kanannya saat menjawab ucapan Ririn.


"Kita nggak akan bahas mereka berdua lagi nih." kata Kirani menjawab ucapan Ririn dengan menunjuk ke arah Dion dan Ayunda.


"Nggak deh, kita nggak perlu bahas lagi. Ntar yang ada kita malah debat lagi, kalau kaya gitu, kan sampai mana kelarnya nanti. Mana udah cukup lama kita debat." kata Ririn menjawab ucapan Kirani.

__ADS_1


"Hem... ya udah deh. Yuk langsung pergi ke sana aja." kata Kirani sambil berjalan meninggalkan Ririn.


"Yuk, tapi... ko akunya malah di tinggal sih. Kirani tunggu, kamu jahat bener malah ninggalin aku. Gimana kalau aku ke sasar coba?" kata Ririn menjawab ucapan Kirani.


"Ya kalau ke sasar itu artinya kita nggak akan ketemu dan nggak akan barengan pergi ke sananya. Kami gimana sih Ririn, masa kaya gitu aja nggak tau." kata Kirani menjawab ucapan Ririn.


"Ih... bukan nggak tau, tapi itu barusan aku cuman kasih contoh aja. Lagi pula akunya juga nggak ke sasar ko sekarang." kata Ririn menjawab ucapan Kirani.


"Oh... aku kira kamu mau nyasarin diri sendiri." kata Kirani menjawab ucapan Ririn.


"Nggak lah, aku nggak akan kaya gitu. Bisa - bisa kalau aku nyasarin diri sendiri. Yang ada akunya malah nyusahin diri sendiri." kata Ririn menjawab ucapan Kirani.


"Aku kira kamu mau buat susah diri kamu sendiri. Makan nya barusan bilang nyasar." kata Kirani menjawab ucapan Ririn.


"Nggak mau lah kalau kaya gitu. Udah kita bahas yang lain aja." kata Ririn mencoba mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2