Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Pemikiran - Pemikiran Aneh


__ADS_3

"Hem" hanya deheman saja lah yang di keluarkan Robi untuk menjawab ucapan Riri tersebut.


"Udah pah itu aja." kata Riri pada Robi.


"Iya" lagi dan lagi Robi hanya menjawab ucapan Riri dengan satu kata saja.


"Pah, ko jadi irit gini sih jawab ucapan mamah nya."


"Nggak boleh"


"Iya lah pah nggak boleh, harus agak panjangan dikit jawab nya. Jangan cuman satu kata aja." kata Riri sambil menunjukkan satu jari nya ke arah Robi.


"Suka - suka papah dong. Mau satu kek, dua kek, sepuluh kek, dua puluh kek. Itu kan terserah papah." kata Robi menjawab ucapan Riri.


"Hem... iya memang terserah papah, tapi kan pah..." kata Riri yang belum sempat menyelesaikan ucapnya itu. Namun, harus di potong oleh Robi.


"Udah lah mah, papah nggak mau bahas itu lagi." ini lah kata yang Robi keluarkan untuk memotong ucapan Riri.

__ADS_1


"Hem... iya deh pah, mamah nggak bakalan bahas itu lagi. Tapi papah nggak marah kan sama mamah."


"Iya nggak marah" kata Robi tanpa melihat ke arah Riri saat ini.


Membuat Riri yang mendengar ucapan Robi menjadi bimbang. Apakah Robi beneran tak marah lagi pada dirinya atau hanya pura - pura bersikap seolah - olah Robi saat ini sudah tak marah lagi pada Riri.


Hingga Riri pun mulai bertanya pada Robi kembali.


"Pah katanya udah nggak marah. Tapi ko wajah nya papah malah melihat ke arah lain sih. bukan ke arah mamah. Sebenernya papah itu udah maafin mamah atau belum."


"Kalau boleh jujur sih belum."


"Emangnya kalau papah bilang, mau nya papah mamah harus ngelakuin apa yang papah inginin mamah bisa lakui nya."


"Ya tergantung pah, papah suruh mamah lakuin apa dulu. Kalau mamah bisa sih pasti mamah lakuin."


"Oke kalau gitu, sini biar papah bisikin kemauan papah apa?" kata Robi meminta Riri untuk mendekat ke arah nya saat ini.

__ADS_1


Riri yang mendengar suara Robi ini. Menjadi tak enak rasanya. Dan bahkan pemikiran - pemikiran aneh pun kerap kali ia pikirkan di dalam pikirannya saat ini.


"Mau apa sih papah ini. Kenapa harus di bisikin segala lagi." kata Riri di dalam pikirannya.


"Apa jangan - jangan papah mau bisikin aku tentang... argh... tapi mana mungkin sih kaya gitu." kata Riri yang sedang sibuk berbicara di dalam pikirannya. Bahkan ia hampir berpikiran tentang hal negatif tentang apa yang akan di ucapkan Robi untuk nya saat ini.


Namun, semua itu tak terjadi karena ia mulai menyadari bahwa apa yang akan ia ucapakan dan duga tersebut tak seharusnya ia keluarkan dalam situasi seperti ini.


Sampai - sampai ia berteriak karena tak percaya dengan hal yang hampir ia ucapkan di dalam pikirannya itu.


"Mah ko malah bengong sih. Kesambet apa?" kata Robi seketika membuyarkan isi pikiran Riri saat ini.


"Ya ampun pah, ucapan papah itu harus di jaga. Apa nya coba mamah bisa kesambet. Ada - ada aja sih pah." kata Riri yang tak terima dengan ucapan Robi tersebut pada dirinya. Sehingga Riri pun mulai protes pada Robi.


"Ya mamah nya lah yang ke sambet karena sedari tadi malah bengong." kata Robi menjawab ucapan Riri dengan santainya.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2