
"Hem... iya dek, lain kali jangan kaya gitu lagi." kata Ayunda menjawab ucapan si bungsu.
"Iya dek, jangan di ulangi loh dek." kata Dion yang sama menjawab ucapan si bungsu juga.
"Siap, kalau gitu adek pamit buka pintu dulu ya. Ntar kalau kelamaan buka. Mamah sama ibu bisa marah. Kan bisa berabe." kata si bungsu menjawab ucapan Ayunda dan Dion sambil pamit untuk membuka pintu.
"Iya sana buka pintu nya." kata Ayunda menjawab ucapan si bungsu.
"Oke." kata si bungsu menjawab ucapan Ayunda dengan satu kata saja.
Setelah itu, si bungsu langsung pergi untuk membuka pintu.
Tak terasa si bungsu pun kini telah sampai di depan pintu penginapan.
"Dek cepet buka pintu nya ya." kata mamah dari luar pintu.
"Iya mah, ini adek juga udah sampai pintu ko. Mau langsung di buka. Tunggu bentar ya." kata si bungsu menjawab ucapan mamah.
__ADS_1
"Iya dek" kata mamah menjawab ucapan si bungsu.
Kemudian kunci pintu mulai di putar oleh si bungsu sebanyak dua kali. Setelah kunci pintu diputar, si bungsu kini mulai membuka pintu nya perlahan demi perlahan.
"Silahkan masuk mah, bu, yah, pah. Maaf lama buka pintu nya." kata si bungsu di balik pintu yang ia buka pada mamah, papah, ibu dan ayah.
"Iya dek, makasih udah di buka pintu nya. Oh iya, kakak, kakak kamu kemana?" kata ibu menjawab ucapan si bungsu.
"Iya bu sama - sama, kakak sama kakak ipar lagi di ruang keluarga." kata si bungsu menjawab ucapan ibu.
"Oh, ya udah sekarang kita juga ke sana aja." kata ibu menjawab ucapan si bungsu.
Sampai - sampai ucapan si bungsu yang belum selesai malah di potong oleh ibu secara tiba - tiba.
"Kenapa nggak boleh dek?" inilah kata ibu yang memotong ucapan si bungsu.
"Soalnya lagi pada sensi gitu mah, jadi lebih baik sekarang kita langsung ke meja makan aja ya. Biar bisa makan." kata si bungsu menjawab ucapan ibu.
__ADS_1
"Lagi pada sensi kakak sama kakak ipar kamu atau kamu nya dek yang lagi lapar." kata ibu menjawab ucapan si bungsu.
"Hehe... kaya nya aku nya deh bu yang lagi lapar ." kata si bungsu akhirnya mengakui bahwa sebenarnya ia sedang lapar saat ini.
"Hahaha... hahaha... kamu nih dek, kenapa harus bilang kakak sama kakak ipar kamu lagi sensian sih. Kenapa nggak langsung bilang kamu lagi lapar. Malah ini bilang yang aneh - aneh dulu." kata mamah yang langsung tertawa saat si bungsu mengakui bahwa ia sedang lapar.
"Em... biar nggak terlalu malu gitu mah, makannya kasih alesan dulu." kata si bungsu menjawab apa adanya ucapan mamah.
"Tapi kan tetep aja dek, ujung - ujung nya kamu juga langsung bilang kan. Apa beda nya kalau gitu." kata mamah menjawab ucapan si bungsu.
"Entahlah mah, adek nggak tau. Yang adek tau saat ini adek udah pengen makan. Makan yuk mah, bu, yah, pah." kata si bungsu membujuk mamah, papah, ibu dan ayah.
"Ya udah, ayo kita langsung ke meja makan aja. Ntar kalau nggak di turutin kamu malah makan kursi lagi." kata ibu menjawab ucapan si bungsu.
"Ih... ibu ko gitu sih, memangnya aku suka makan kursi gitu kalau lagi lapar." kata si bungsu menjawab ucapan ibu.
"Mungkin besar kemungkinan kamu akan makan kursi dek, kalau nggak langsung makan." kata ibu menjawab ucapan si bungsu.
__ADS_1
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼