Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Di Lain Waktu


__ADS_3

"Hem... iya deh kakak mah selalu benar."


"Ya udah ayo kita pergi. Kenapa masih duduk aja?"


"Hem... iya kak yuk"


Si bungsu yang sedang duduk seketika berdiri dan menunggu kakak nya melangkah kan kaki terlebih dahulu.


Saat melihat si bungsu telah berdiri, Ayunda lalu mulai mengajak Dion untuk ikut bersama nya.


"Kak yuk kita pergi"


"Hem... iya yank"


Setelah mendengar persetujuan dari Dion, Ayunda juga langsung bertanya dan mengajak ibu, ayah, papah dan mamah juga.


"Bu, yah, mah, pah mau ikut kita jalan - jalan nggak. Kalau mau yuk sekarang kita pergi."


"Nggak kak, ibu nggak ikut"


"Mamah juga nggak ikut, kalian bertiga aja."


"Kalau ayah dan papah ikut nggak" kata Ayunda bertanya pada ayah dan papah.


"Nggak kak, ayah nggak ikut"


"Papah juga nggak ikut. Selamat bersenang - senang."


"Ah... sedih nya ibu, ayah, papah, sama mamah nggak ikut. Em... dek, kak apa kita nggak jadi aja pergi jalan - jalan nya."

__ADS_1


"Nggak kak, nggak bisa gitu. Kita harus jadi jalan - jalan nya, titik." kata si bungsu langsung menjawab ucapan Ayunda.


"Tapi dek nggak seru kalau hanya bertiga aja."


"Tapi kak kita di sana kan nggak akan bertiga pasti akan ada banyak orang."


"Hem... iya sih dek tapi tetep aja nggak seru."


"Ayo kak kita pergi sekarang, ntar yang ada kakak malah nggak jadi traktir aku nya. Nggak bisa kaya gitu kakak udah janji dan harus kakak tepati."


"Jadi karena udah janji makan nya kamu masih ingin pergi. Kan bisa di lain waktu dek kakak traktir nya."


"Nggak ada di lain waktu kak harus sekarang. Ayo aku duluan, kakak harus ikut dan nggak ada penolakan."


"Ah... dek jangan gini kakak kan nggak ingin pergi."


"Udah yank yuk langsung pergi aja."


"Ayo yank kita pergi. Bu, yah, pah, mah kita bertiga pergi dulu ya. Assalamualaikum"


"Iya kak, Waalaikumsalam" kata mereka berempat hampir bersamaan.


"Hati - hati di jalan" kata mamah pada mereka.


"Jangan lama - lama langsung pulang nanti kalau udah jalan - jalannya." kata ibu pada mereka.


"Siap mah, siap bu. Kalau gitu kita langsung pergi ya."


"Iya" kata mamah dan ibu secara bersamaan.

__ADS_1


"Ayo yank kita pergi, dek ayo kita pergi."


" Iya siap" kata si bungsu dengan penuh semangat.


Mereka bertiga mulai melangkah kan kaki keluar dari tempat penginapan. Saat mereka telah berada di luar.


Pak supir sudah menunggu mereka sedari tadi. Karena bisa di lihat saat mereka keluar pak supir langsung berbicara pada Dion.


"Den mobil sudah bapak siap kan. Tapi bapak nggak bisa bawa masuk ke sini mobilnya. Jadi den Dion, non Ayunda sama non Anggi harus jalan dulu ke sana."


"Hem... iya pak nggak papa. Ya udah yuk yank, dek kita langsung pergi aja."


"Bentar - bentar kak maksud nya jalan ke tempat yang kemarin simpan mobil bukan."


"Iya yank ke sana mau kemana lagi."


"Tapi kan kak itu tuh jauh. Dan aku nggak kuat kalau harus jalan ke sana sejauh itu."


"Jangan lebay deh yank, kemarin aja kamu bisa ko jalan dari sana ke sini."


"Iya sih kak bisa tapi kalau sekarang kan beda lagi."


"Kamu yank bisa aja, terus kamu mau nya kaya gimana?"


Berpikir sejenak Ayunda mulai memikirkan apa yang akan ia lakukan. Apakah ia menyetujui ucapan Dion atau memberikan solusi lain untuk Dion.


Sampai akhirnya Ayunda pun mulai mengeluarkan suaranya lagi.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2