Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Puasin Dulu Aja Ketawanya


__ADS_3

"Apaan sih kamu dek, ko bilangnya gitu." kata Ayunda menjawab ucapan si bungsu.


"Ya kakak nya yang gitu," kata si bungsu menjawab ucapan Ayunda.


"Hem... iya deh maaf kalau kakak salah." kata Ayunda yang pada akhirnya meminta maaf pada si bungsu.


Si bungsu kini malah terdiam tak menjawab ucapan Ayunda.


"Dek maafin kakak." kata Ayunda sambil mendekatkan dirinya pada tubuh si bungsu.


Masih tak ada jawaban dari si bungsu atas ucapan maaf Ayunda ini.


Hingga Ayunda kini kembali mengeluarkan suaranya lagi.


"Dek jangan gini lah, bu liat adek nggak mau maafin kakak." kata Ayunda pada si bungsu dan pada ibu.


"Kalian berdua ini kan udah sama - sama pada besar, ko masih kaya gini." kata ibu menjawab ucapan Ayunda.


"Iya bu, kakak tau tapi adek nya nih. Ke kanak - kanakan." kata Ayunda menjawab ucapan ibu.


"Apaan kak, ko jadi adek yang di salahin." kata si bungsu menjawab ucapan Ayunda.

__ADS_1


"Akhirnya dek kamu mau bicara juga. Walau sedikit nyebelin sih jawaban kamu. Tapi nggak papa setidaknya kamu mau bicara lagi." kata Ayunda menjawab ucapan si bungsu.


"Kakak ya, ih... nyebelin. Jadi barusan kakak sengaja biar aku mau bicara lagi kan. Argh... sebel... sebel... jadi lapar deh." kata si bungsu menjawab ucapan Ayunda dengan mengomel bahkan ucapan spontan si bungsu di akhir kalimat nya membuat semua orang yang berada di sana tertawa dengan kerasa.


"Hahaha... hahaha... hahaha..." inilah suara tawa dari orang - orang yang berada di meja makan.


Membuat si bungsu menjadi terdiam dan bengong dengan respon dari mereka yang kompak menertawakan nya.


"Aduh... kak liat, wajah nya adek. Ko aku malah jadi pengen ketawa lagi. Nggak tahan kak. Hahaha... hahaha... hahaha... lucu..." kata Ayunda berkata pada Dion sambil tertawa juga di akhir kalimat yang ia ucapkan.


"Yank kamu memang bener, wajah adek lucu. Kakak juga jadi pengen ketawa. Tapi takut..." kata Dion yang tiba - tiba di potong ucapannya oleh Ayunda.


"Nggak usah takut kak, kalau mau tertawa. Tertawa aja, nggak papa ko." kata Ayunda yang memotong ucapan Dion.


"Hehehe... nggak papa kak, adek nya juga lagi diem. Jadi puasin dulu aja ketawanya. Tapi sebentar lagi nih ya. Kakak liat deh reaksi adek." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


"Memangnya apa yang akan di tunjukkan sama adek." kata Dion yang penasaran dengan ucapan Ayunda.


"Kalau kakak pengen tau, tunggu bentar lagi deh. Atau nggak aku hitung ya, sampai hitungan ketiga." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


"Terserah kamu aja yank." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.

__ADS_1


"Oke, kalau gitu aku simpulin kakak setuju ya, aku hitung sampai tiga." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


"Sekarang aku mulai nih hitungnya kak. Belum sampai ucapan ketiga aku jamin deh, adek bakal ngeluarin suara nya." kata Ayunda melanjutkan lagi ucapan nya.


"Bisa seyakin itu yank." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Harus dong kak, harus yakin." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


"Udah ya, aku mau mulai hitungnya." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.


"Hem... iya deh." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


Kemudian Ayunda pun mulai menghitung.


"Satu... dua... tig..." kata Ayunda yang saat ini sedang menghitung dengan menunjukkan jari - jarinya sesuai dengan angka yang ia sebutkan.


Namun, di saat angka ketiga mau di ucapkan. Tiba - tiba, benar saja si bungsu langsung mengeluarkan suaranya.


"Ih... ko pada jahat sih sama adek. Malah pada kompakan nertawain adek. Apalagi kakak yang ketawanya paling banyak sama keras. Tau nggak ibu, ayah, mamah, papah, kakak sama kakak ipar ini, tega ke adek." kata si bungsu dengan sedikit mengeraskan suaranya.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2