
Hingga rasa lelah itu pun datang pada diri Dion. Yang sejak tadi ke sana kemari mencari benda yang dapat membuat Ayunda cepat sadar. Namun hasilnya malah tak ada satu pun yang bisa membuat Ayunda sadar.
Dan akhirnya Dion pun hanya duduk di bawah sofa yang sedang Ayunda tiduri. Sambil menghela nafas karena capek. Dion tanpa sadar melihat wajah Ayunda yang pingsan itu.
Terlintas lah pikiran yang memunculkan ide dalam benak Dion setelah melihat bibir Ayunda. Yang menurut Dion saat ini sangat menggoda dirinya agar menyentuh bibir itu.
Entah keberanian dari mana kini wajah Dion sudah hampir menyentuh salah satu bagian wajah Ayunda.
Detik pun berlaku. Perlahan - lahan Dion mulai ingin menyentuhkan bibirnya pada bibir Ayunda. Tinggal tersisa sedikit celah bibir itu sudah akan bersentuhan.
Namun, sayang semua itu tak terjadi karena Dion terkejut mendengar suara.
Ceklek....
Pintu penginapan pun terbuka dengan sempurna. Terlihatlah pak Dadang yang berdiri di sana. Dan pandangan pak Dadang pun langsung melihat posisi Dion dan Ayunda yang ingin berciuman itu.
__ADS_1
Rasa tak enak pun, pak Dadang rasakan saat ini. Sementara Dion yang ketahuan sama pak Dadang ingin merutuki pak Dadang yang telah menggangu kegiatannya itu.
Selain itu juga ada rasa malu karena ketahuan seperti itu. Pandangan Dion yang semula menatap Ayunda kini telah menatap pak Dadang.
Dia lalu mulai menormalkan keadaan dengan mencoba bertanya pada pak Dadang.
"Eh... pak Dadang, lagi cari apa pak." kata Dion pada pak Dadang.
"Itu den Dion, bapak lagi cari mba nya bapak. Apa den Dion liat mba saya itu." kata pak Dadang menjawab ucapan Dion.
"Em... itu anu, kaya gimana ya bapak jadi ragu den mau bilang ciri - cirinya juga ke den Dion" kata pak Dadang yang merasa ragu.
"Nggak usah ragu pak, biar nanti Dion bantu cariin mba nya pak Dadang itu. Bukannya lebih banyak yang nyari akan lebih cepat ketemu ya pak." kata Dion mencoba meyakinkan pak Dadang untuk memberitahukan ciri - cirinya itu kepada dirinya.
"Em... iya juga ya den. Ya udah deh sekarang bapak kasih tau ciri - ciri mba nya bapak itu. Ia itu kaya hantu den baik pakaian, rambut, bahkan wajahnya pun mirip hantu." kata pak Dadang yang memberitahukan ciri - cirinya pada Dion.
__ADS_1
"Oh gitu ya pak. Eh tapi bentar deh pak kaya hantu, maksudnya kaya gimana pak. Terus hantunya yang kaya gimana?" kata Dion yang meminta pak Dadang untuk menjelaskan hantu yang mirip seperti apa yang pak Dadang maksud itu.
"Itu den yang kaya Kun Kun yang wanita hantu itu" kata pak Dadang menyebutkan hantunya.
"Kun Kun ya pak. Saya kira apa?" kata Dion. yang belum sadar bahwa ia tadi telah melihat hantu itu.
"Iya den hantu itu" kata pak Dadang lagi.
"Eh... apa pak Kun Kun. Jadi mba nya bapak itu kaya mba Kun gitu bukan pak" kata Dion yang mulai menyadari tentang hantu mba Kun itu.
"Iya. Kenapa gitu den apa aden tadi liat" kata pak Dadang mengiyakan ucapan Dion dan bertanya juga pada Dion.
"Iya pak bahkan sampai buat Ayunda pingsan" kata Dion yang langsung menjawab ucapan pak Dadang dan menunjuk Ayunda yang sedang pingsan di sofa.
Bersambung...
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸