Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Potongan - Potongan Puzzle


__ADS_3

Ketika kami bertiga sedang asyik mengobrol, orang - orang pun berdatangan kembali untuk memberikan doa dan ucapan selamat kepada aku dan suamiku.


Mereka silih berganti mengucapkan doa dan ucapan mereka kepada kami. Hingga aku pun teringat tentang percakapan kami sebelum dalang dari undangan itu terungkap.


Dimana saat itu aku bicara kepadanya kalau aku tidak melihat keseluruhan undangan itu tapi hanya memegangnya saya. Kemudian ia tersenyum sebagai respon atas jawaban ku itu.


Aku pun kemudian berkata "Kenapa kamu tersenyum, apa karena aku terlihat bodoh"


"Bukan, tapi karena kamu terlalu polos sampai begitu tak inginnya kamu melihat undangan yang ku kirim"


"Apa? Bentar - bentar kalau ngga salah waktu itu kamu kirimkan aku pesan singkat setelah aku menerima undangan itu"


"Oh ya, tapi aku ngga merasa mengirimkan pesan singkat itu"


"Lalu, pesan singkat itu dikirim sama siapa?"


"Mana aku tau yang ku tau hanya nama yang tertera dalam undangan itu adalah namamu. Dan hanya akan ada namamu"


"Oh ya, tapi selamat kamu sukses membuat aku hampir spot jantung dan perlahan - lahan mati karena tak bisa melepaskan mu untuk orang lain"

__ADS_1


"Oh ya ampun, ternyata aku hebat juga ya bisa membuat kamu tergila - gila kepadaku dan hampir bunuh diri karena aku."


"Udah berhenti bicaranya, aku ngga mau bahas itu lagi sama kamu karena aku bosan lihat tingkat kepercayaan diri kamu ini"


"Oke tak masalah, tapi kamu cinta kan sama manusia terganteng di sampingmu ini"


"Iya, tapi manusia ini super duper nyebelin tapi bikin kangen."


"Hu terharunya aku."


Hingga aku tak sadar bahwa kini suamiku memandangku dengan tatapan tak biasa. Karena melihatku tersenyum sendiri membayangkan obrolan kami tadi.


"Sayang kamu ngga kenapa - kenapa kan?"


kemudian Ayunda pun menjawabnya. "Ngga ko, kenapa gitu?"


"Syukurlah kalau misalnya kamu ngga kenapa - kenapa. Soalnya tadi kamu senyum - senyum sendiri. Dan aku takut kalau misalnya kamu kerasukan sama setan"


"Apa kamu bilang kerasukan. Ya kali aku kerasukan paling setannya juga langsung mundur dan kabur saat liat kamu"

__ADS_1


"Lah ko bisa kalau lihat aku mereka langsung mundur dan kabur" Dion pun memasang muka bodohnya saat Ayunda menjawab pertanyaannya tadi.


"Ya bisa dong. Soalnya kamu kan pawangnya setan. Hah...hah" Ayunda pun menutup mulutnya diakhir ucapannya itu dan tertawa begitu aja.


Sedangan kan Dion masih mencoba memahami ucapan dari Ayunda tersebut. Namun beberapa saat kemudian ia pun akhirnya memahami ucapan dari Ayunda tersebut.


"What? Aku pawang nya setan. Terus kalau misalnya iya lalu kamu berarti istri dari pawangnya setan dong"


"Hem, iya juga ya kenapa baru kepikiran ya, padahal tadi aku cuman mau bercandain kamu aja. Tapi kayanya kamu anggapnya serius deh"


"Ngga juga. Ya udah lupain aja"


"Baiklah"


Kini aku mulai menemukan potongan - potongan puzzle yang sudah tersusun secara rapi dan itu adalah sebuah konspirasi dari suamiku, keluarga besar suamiku dan keluarga besarku pun terlibat semua ini dengan begitu sempurna dan berhasil membuat aku berada dalam titik kefrustasian karena aku menerima undangan itu yang ternyata itu adalah undang pernikahanku sendiri.


Aku tak tau aku harus marah atau bahagia atas rencana ini, tapi keadaanku sekarang tak memungkinkan aku untuk marah, malah aku merasa sangat bahagia bisa bersama dengannya hari ini dan untuk selamanya.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2