
Detik berikutnya Ayunda pun langsung berteriak.
"Kiak..." teriakan yang keluar dari Ayunda.
Tanpa di duga Ayunda pun langsung mendorong Dion dan menendangnya dengan begitu keras di balik pakaian yang akan Dion lepas.
"Bug..." suara pukulan yang Ayunda lakukan.
"Dug..." suara Dion yang terjatuh di bawah ranjang.
Setelah itu, Ayunda pun langsung mengambil selimut dan menutupi tubuhnya. Lalu ia melihat patung burung hantu itu. Yang telah mengeluarkan suaranya.
Terlihat di sana burung itu, seperti akan terbang ke arahnya dan mata burung itu pun selalu berkedip, lalu membuka dengan sangat lebar.
Dan racauan pun keluar dari mulut Ayunda.
"Ah kak, burung itu bersuara. Mukanya serem, terus itu burung nya mau terbang ke sini. Dan itu burungnya berkedip kak. Tolong kak aku takut" ucapan yang keluar dari Ayunda.
Sementara Dion malah sibuk dengan sesuatu yang nyaris saja tak bisa berfungsi. Jika saja ia tak memegang anggota tubuh yang di tendang Ayunda tadi.
__ADS_1
Ia mungkin tak akan dapat memenuhi hasratnya hari ini. Dan bahkan Dion pun sepertinya tak mempedulikan Ayunda yang sejak tadi teriak - teriak ketakutan.
"Huh...huh... huh..." suara nafas Ayunda yang tak beraturan.
Hingga Ayunda berhenti berteriak tak kala suara burung itu telah berhenti. Dan itu sesuai dengan apa yang di katakan oleh pak Dadang bahwa patung burung hantu itu. Akan bersuara hingga lima menit lamanya.
Dan setelah lima menit patung itu pun tak mengeluarkan suaranya lagi. Kini Ayunda terdiam di balik selimut yang ia pegang dan rasa gemetar ketakutan pun masih ia rasakan.
Lalu Dion pun mulai melihat Ayunda setelah ia memastikan anggota tubuhnya itu baik - baik saja.
Dion lalu berpikir bahwa apa mungkin pembukaan segel nya tak jadi lagi. " Ah, otw gagal lagi" teriak Dion dalam hatinya.
Karena ia tak ingin menundanya lagi. Sudah cukup selama ini ia harus menunda kegiatan itu.
Kemudian Dion bangkit berdiri dari posisinya saat ini. Dan Dion naik ke atas ranjang mendekati Ayunda yang ketakutan.
Tanpa di minta Dion langsung memeluk Ayunda begitu saja. Dan Dion pun mencoba menenangkan Ayunda agar tak ketakutan lagi.
Dan Ayunda lalu memeluk Dion dengan sangat erat seperti tak ingin di lepas barang sedetik pun itu.
__ADS_1
"Nyamannya" kata Dion dalam hati setelah Ayunda memeluk erat tubuhnya.
Lalu ia pun tersadar dalam rasa nyaman itu. Dan kemudian bertanya pada Ayunda.
"Yank udah jangan takut lagi. Ada kakak disini ya" suara Dion yang lembut pun terdengar ketika ia menenangkan Ayunda.
Sehingga itu pun membuat Ayunda merasa sedikit lebih tenang dan menjawab ucapan Dion dengan anggukkan kepala.
Setelah Ayunda terlihat lebih tenang lalu Dion pun memulai aksinya dengan merebahkan tubuh Ayunda di atas ranjang dengan perlahan.
Masih posisi yang sama yaitu posisi mereka yang saling berpelukan. Dan entah sejak kapan posisi itu berubah hingga Dion berada di tubuh Ayunda.
Dan Dion pun mengambil kesempatan itu saat Ayunda dirasa sudah siap dengan apa yang akan Dion lakukan padanya.
Tanpa menunggu lama akhirnya pembukaan segel itu pun terjadi. Dan entah sudah berapa kali mereka melakukannya yang jelas hanya mereka lah yang tau.
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1