Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Masih Bisa


__ADS_3

"Terus sekarang aku harus gimana dong? mana aku nggak tau kalau penginapan cantik nya ada di mana. Hem... jadi bingung." kata madam Lexi melanjutkan lagi ucapannya.


"Apa aku kejar ya cantiknya. Mungkin masih bisa kekejar." kata madam Lexi yang sedang mempertimbangkan.


"Iya deh aku kejar aja." kata madam Lexi yang akhirnya memutuskan untuk mengejar si bungsu.


Ketika madam Lexi telah siap untuk mengejar si bungsu. Entah kenapa ia menjadi terdiam tak meneruskan lagi langkah yang seharusnya ia langkahkan.


"Em... tapi... kalau aku kejar kan. Nggak mungkin, apa lagi sekarang aku lagi pake sepatu kaya gini. Mana bisa kekejar kalau kaya gini mah." kata madam Lexi yang terdiam karena melihat sepatu yang ia kenakan begitu tinggi.


"Aduh... gimana ya, masa iya aku copot dulu sepatunya. Terus setelah itu aku langsung lari deh buat kejar si cantik." kata madam Lexi berbicara pada dirinya sendiri.


"Kalau semua itu aku lakuin apa bisa kekejar ya." kata madam Lexi lagi.


"Em... ya udah deh, itu mah urusan ntar kekejar atau nggak nya. Setidaknya ekek kan udah ngejar. Jadi langsung lari aja deh." kata madam Lexi memutuskan untuk mengejar si bungsu dengan tak mengenakan sepatu nya.

__ADS_1


Madam pun saat ini begitu kencang berlari, yang niat nya untuk mengejar si bungsu. Awalnya ia masih terus berlari dengan sangat cepat.


Namun, saat ia harus di hadapi dengan arah ke kiri dan ke kanan. Ia mulai mengentikan lari nya.


"Huh... huh... huh... capek juga ternyata. Em... sekarang aku harus lari ke arah mana ya. Kenapa sih malah ada ke arah kiri dan kanan. Kenapa nggak satu arah aja. Nggak perlu ada dua arah ini." kata madam Lexi yang telah menghentikan lari nya.


"Kalau aku pilih ke arah kiri, terus ternyata si cantik nya malah pilih ke arah kanan. Itu namanya aku salah arah dong." kata madam Lexi melanjutkan ucapannya.


"Hem... membingungkan ekek sekali." kata madam Lexi berbicara pada dirinya sendiri.


Kini menjadi kesatuan yang di rasakan oleh si bungsu. Bahkan sebelumnya si bungsu sempat ingin keluar dari tempat nya untuk melihat madam Lexi nya saat ini.


"Aduh... ko aku jadi serba aneh gini ya perasaannya. Di satu sisi aku pengen ketawa ngakak liat tingkah madam yang barusan lari begitu kencang."


"Selain itu, aku juga pengen temuin madam yang sudah kebingungan itu. Tapi... malah nggak jadi. Karena tiba - tiba aku malah mendadak..."

__ADS_1


"Apa ya? ko lupa. Hem... ya udah deh nggak usah aku bahas lagi. Lagi pula nggak baik juga kalau terus - terusan di bahas."


Itu semua adalah ucapan si bungsu yang berbicara pada dirinya sendiri di dalam hatinya.


Setelah itu, si bungsu mulai menunggu reaksi madam Lexi selanjutnya.


"Ya udah deh aku tunggu aja dulu di sini. Ntar kalau madam udah bener - bener nyerah kejar akunnya. Baru deh aku langsung keluar untuk memperlihatkan diri." kata si bungsu yang telah memutuskan keputusannya itu.


"Hem... sepertinya boleh di coba seperti itu." kata madam Lexi kembali meneruskan ucapannya.


"Mari kita tunggu... siapa tau kalau aku tunggu. Ntar bisa di percepat datang nya." kata si bungsu yang kemudian terdiam tak lagi berbicara di dalam hatinya.


"Aku pilih ke arah kanan aja deh. Nggak papa kalau salah, ntar cari lagi yang di kiri." kata madam Lexi yang memutuskan untuk pergi mengejar si bungsu ke arah kanan.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2