
"Untuk apa aku bersiap kak? lagian hukuman yang kakak kasih juga aku gak takut." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Gitu ya, yakin kamu yank gak takut. Hem." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Iyalah nggak takut buat apa juga takut." kata Ayunda menjawab ucapan Dion dengan juteknya.
"Hem... ya udah kalau kamu gak takut, itu bagus. Jadi, kakak bisa kasih hukuman buat kamu yang berat." kata Dion menjawab ucapan Ayunda dengan sengaja membuat Ayunda ketakutan.
"Silahkan kak, aku beneran gak takut ko. Memangnya seberat apa sih hukumannya." kata Ayunda menjawab ucapan Dion dengan santainya.
"Nanti kamu juga akan tau. Tapi bukan sekarang. Kalau sekarang kakak lagi males kasih hukuman sama kamu." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Bilang aja takut atau belum tentuin hukumannya. Nggak perlu bilang males segala." kata Ayunda malah semakin membuat Dion geram.
"Terserah kamu lah yank. Mau takut kek, belum tentuin kek atau apapun itu. Gimana kamu aja." kata Dion dengan geram saat menjawab ucapan Ayunda.
__ADS_1
Sontak ucapan Dion ini membuat Ayunda sempat terkejut karena tiba - tiba reaksi Dion menjadi seperti ini.
"Aduh... kagetnya aku. Kakak ko malah bersikap kaya gini, gak bilang - bilang sih. Sekarang aku kan jadi kaget. Hem... ntar aku bales baru tau rasa kamu kak. Awas aja." kata Ayunda di dalam hatinya.
"Tapi, bales nya kaya gimana ya? bingung nih aku." kata Ayunda melanjutkan lagi ucapannya itu.
"Ya udah deh dari pada bingung lebih baik gak usah dijawab lagi aja ucapan kakak. Aku pergi aja." kata Ayunda kemudian memutuskan untuk pergi meninggalkan Dion.
Sementara Dion yang ditinggal oleh Ayunda kini mulai mengeluarkan lagi suaranya.
"Bukan gitu kak, aku mau kesana. Gerah diem terus di sini. Lagi pula kalau aku ke sana kakak juga pasti ke sana kan. Jadi, nanti aja di jawabnya." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Pede banget kamu yank, kakak akan ikutin kamu." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Bukan pede kak, tapi yakin aja kalau kakak akan ikutin aku." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
__ADS_1
"Siapa juga yang mau ikutin kamu? lebih baik gak ikutin kamu sekalian dari pada ntar gak dijawab lagi ucapannya. Malah bikin sakit hati." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Hem... ya udah kalau gak mau ikutin aku juga gak masalah. Aku kesana dulu ya kak. Dah kakak tersayang namun nyebelin." kata Ayunda menjawab ucapan Dion sambil pamit juga pada Dion.
"Apa kamu bilang yank? kakak nyebelin, bukannya ke balik ya. Yang nyebelin disini kan kamu. Mana ada jadi kakak yang nyebelin." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Hem... aku tuh gak nyebelin kak tapi ngangenin. Jadi gak bisa di bilang nyebelin." kata Ayunda menjawab ucapan Dion dengan rasa percaya diri yang tinggi.
"Hahaha... ngangenin apanya? yang ada buat orang kesel sih udah sering. Apalagi ke suami sendiri ampir tiap hari di buat kesel." kata Dion menjawab ucapan Ayunda dengan tertawa.
"Oh... jadi aku ini gak ngangenin gitu. Hem... ya udah deh kalau aku gak ngangenin aku rencana mau cari suami baru aja. Biar ada yang bisa kangenin." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
Sontak jawaban Ayunda barusan membuat Dion tak berkedip untuk sekian detik lamanya. Apalagi saat mendengar Ayunda ingin mencari suami baru. Ia malah semakin tak berkedip.
Bersambung...
__ADS_1