
Di saat Dion yang penasaran dengan seseorang yang berada di sampingnya saat ini. Ayunda yang berada di dekat danau malah teriak - teriak nggak jelas.
"Argh... argh... kesel banget aku hari ni." kata Ayunda sambil melempar batu yang terakhir. Setelah banyaknya batu yang ia lempar ke dalam danau.
Suara Ayunda yang terdengar kencang tersebut membuat orang - orang yang berada di sekitar nya berbisik - bisik setelah mendengar suara Ayunda.
"Ini orang kenapa ya dari tadi aku liat, terus - menerus masukin batu ke danau." kata salah satu orang yang melihat Ayunda memberitahukan pada temannya.
"Mungkin lagi putus cinta kali atau nggak lagi banyak utang. Makannya jadi kaya gitu." kata teman seseorang yang mengatai Ayunda.
"Bisa jadi sih kaya gitu. Tapi ko malah teriak ya?"
"Tanyain aja ke orangnya langsung, kenapa dia teriak. Aku kan nggak tau."
"Ih... kamu ya, aku kan nggak kenal sama orangnya. Masa tiba - tiba langsung tanya kaya gitu."
"Kalau belum kenalan. Kamu coba ajak kenalan aja dulu. Ntar kan jadi kenal, nah setelah itu baru deh tanya kenapa dia teriak. Gampang kan." kata temannya seseorang itu memberikan saran.
"Gampang sih gampang. Tapi masa iya karena aku pengen tau dia kenapa teriak, harus kenalan dulu. Ntar kalau di bilang sok akrab gimana?"
"Jangan mikir yang aneh - aneh dulu kalau belum di coba. Gih sana kenalan sama orangnya." kata teman seseorang itu sambil sedikit mendorong tubuh seseorang itu. Sehingga kini secara otomatis tubuh nya pun maju dari tempat ia berdiri sebelum tubuhnya di dorong.
__ADS_1
"Nggak perlu di dorong juga kan bisa. Kenapa sih kamu malah dorong tubuh aku. Jadi pindah kan posisi aku saat ini."
"Hem... maaf deh, kalau gitu sini aku tarik lagi biar tubuh kamu kembali ke tempat semula." kata temannya seseorang itu.
Kemudian tangan temannya pun sudah mulai memegang tubuh seseorang itu.
Namun, sebelum berhasil tubuh nya di tarik. Seseorang itu mulai mengeluarkan suara nya.
"Stop jangan sentuh tubuh aku lagi. Bisa - bisa kamu melakukan hal yang aneh sama tubuh aku ini. Barusan aja di dorong sekarang kamu mau ngapain deketin tubuh aku lagi." kata seseorang itu dengan waspada.
"Ya aku tarik lah tubuh nya, aku kan udah bilang sama kamu barusan. Apa lagi coba kalau harus di kembalikan ke tempat semula tubuhnya, ya dengan cara di tarik. Bener nggak ucapan aku itu."
"Nggak bener lah, itu namanya kamu..."
"Hem... nggak jadi deh."
"Loh, ko nggak jadi."
"Pengen aja, emangnya nggak boleh."
"Nggak boleh lah"
__ADS_1
"Kenapa nggak boleh?"
"Ya karena kamu udah buat aku penasaran, makannya aku nggak mau kamu malah nggak jadi kasih tau nya."
"Hem... gitu ya."
"Iya, jadi lanjutin coba ucapan kamu itu. Jangan nggak jadi."
"Kalau nggak mau emangnya kamu mau apa?"
"Kalau kamu nggak mau, aku dorong kamu ke danau."
"Kejamnya kamu, sampai mau dorong aku ke danau. Ntar kalau aku tenggelam gimana?"
"Ya kamu di tolongin orang - orang biar nggak tenggelam."
"Kenapa nggak kamu aja yang tolong aku?"
"Kamu kan tau sendiri aku tuh nggak bisa berenang. Kalau aku bantuin kamu bukannya ngebantu, aku malah sama kaya kamu dong. Perlu bantuan juga." kata temannya seseorang itu menjawab sesuai apa yang ia pikirkan.
Bersambung...
__ADS_1
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼