Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Masih Tak Percaya


__ADS_3

"Ya udah coba kamu liat sendiri aja yank"kata Dion yang sudah pusing dengan apa yang Ayunda ucapkan tentang mba Kun itu.


"Kakak nggak lagi bohongin aku kan. Kalau nanti aku liat lagi mba Kun nya, aku pukul kakak. Gimana kakak setuju nggak" kata Ayunda yang memberikan penawaran pada Dion.


"Ya terserah mu yank. Coba liat lah" kata Dion yang langsung menyetujuinya.


Lalu Ayunda pun mulai menolehkan kepalanya ke belakang. Karena susah dan nggak begitu jelas dengan posisinya saat ini. Ayunda pun turun dari tubuh Dion dan langsung melihat ke arah pohon beringin.


Setelah ia melihat dengan sesama dan beberapa kali mengucek matanya karena saking tak percayanya bahwa sosok mba Kun telah tak ada di sana.


"Gimana ada nggak?" kata Dion yang bertanya setelah Ayunda melihat ke arah pohon beringin.


"Nggak ada kak. Tapi bener kak aku nggak bohong tadi aku memang liat ada mba Kun di sana" sambil Ayunda pun menunjuk lokasi mba Kun berada sebelumnya.

__ADS_1


"Tapi buktinya memang nggak ada yank" kata Dion masih tak percaya ucapan Ayunda.


"Bentar deh kak, aku baru inget adek juga liat tadi kak. Bahkan adek yang pertama kali kasih tau ke aku kalau ada mba Kun. Em... dimana kak handphone aku. Kakak liat nggak." kata Ayunda yang menjelaskan kebenaran ucapannya dan bertanya mengenai handphone nya pada Dion.


"Oh ya yank, masa sih adek juga liat" kata Dion yang masih tak percaya setelah dijelaskan oleh Ayunda dengan sejelas - jelasnya.


"Iya kak itu memang faktanya. Ih kak ko nggak di jawab sih handphone aku dimana" kata Ayunda menjawab ucapan Dion dan bertanya kembali tentang keberadaan handphone nya. Karena Dion tak menjawab pertanyaan tentang keberadaan handphone nya itu tadi.


"Oh gitu ya. Kakak nggak tau yank keberadaan handphone mu itu" kata Dion menjawab ucapan Ayunda.


"Coba terakhir kali kamu pegang handphone mu yank pas di mana dan lagi apa" kata Dion mencoba memberikan arahan agar Ayunda mengingat terakhir kali handphone nya ia pegang.


"Itu kak pas tadi aku teriak - teriak hantu dan pas aku lari kenceng dari sana ke sini" tunjuk Ayunda pada ayunan di dekat pohon beringin.

__ADS_1


"Terus handphone masih kamu pegang saat itu atau kamu tinggalin dimana gitu. coba diingingat lagi yank" kata Dion lagi.


"Em... waktu aku di suruh adek lari aku sempet tak menghiraukan apa - apa lagi sih kak. Soalnya yang aku pentingkan adalah agar aku bisa secepatnya nyampe pintu penginapan" kata Ayunda menjelaskan sedikit potongan ingatan pada Dion tentang handphone nya itu.


"Hem... sekarang coba kita telusuri handphone itu di jalan yang tadi kamu lari dari ayunan ke sini" kata Dion mengajak Ayunda untuk menelusuri jejak Ayunda sebelumnya.


"Aku takut kak. Kakak aja ya yang ke sana aku di sini aja" kata Ayunda yang menolak ajakan Dion.


"Kamu yakin yank nanti kalau mba Kun nya malah pindah di belakang kamu gimana"kata Dion yang mulai menakuti Ayunda dengan kata - katanya itu.


"Ih kak jangan nakut - nakuti aku dong" kata Ayunda yang memprotes ucapan Dion.


Bersambung...

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2