Undangan Dari Mantan

Undangan Dari Mantan
Perlahan Demi Perlahan


__ADS_3

Sementara di tempat Dion yang saat ini ingin bersikap melihat kembali ke arah kanan tempat duduk nya mulai menggerakkan kepalanya perlahan demi perlahan.


Dengan hati yang berdetak tak karuan karena terus - menerus memiliki pikiran yang negatif di dalam pikirannya. Hingga membuat ia harus merasakan detak jantung nya menjadi tak senormal biasanya saat berdetak.


"Aduh ini di samping kanan aku bukan hantu kan atau sejenis hal yang sama seperti hantu." inilah salah satu hal negatif yang ada di pikiran Dion.


Di saat kata demi kata negatif terus berputar di dalam pikirannya. Tak terasa kepala Dion kini telah tepat berada di samping kanan tempat duduknya.


Di lihat lah bahwa di sana terdapat anak kecil usia sekitar 5 - 6 tahun sedang duduk sambil melihat sebuah hanphone.


"Huh... leganya, ternyata itu anak - anak. Aku kira hantu. Kamu sih Dion pikirannya malah ngawur kemana - mana, jadi ketakutan sendiri kan." kata Dion si tempat duduknya setelah melihat ke samping kanan tempat duduk nya.


"Dan masa iya di jam - jam segini kamu beneran lihat hal seperti itu. Mungkin memang ada hal seperti itu di jam segini tapi kenapa bisa kamu jadi ketakutan. Biasanya juga nggak takut sama sekali." kata Dion lagi pada dirinya sendiri.


"Bener juga ya, ko aku malah mendadak jadi takut sih. Hem... seperti nya aku lagi kurang vit nih. Makannya pikirannya jadi ngawur. Atau bisa juga karena kecapean terus - menerus cari sayang tapi nggak ketemu - ketemu sampai sekarang. Mana ini udah cukup lama lagi. Jadi khawatir nih aku, kalau sayang nya ke sasar gimana?" kata Dion di dalam hatinya.

__ADS_1


"Apa aku telpon aja ya, kenapa nggak dari tadi aku coba telpon. Hem... ya udah deh sekarang aja aku telponnya." kata Dion akhirnya memutuskan untuk menelpon Ayunda.


Saat tombol hubungi di tekan. Dion kini mulai menunggu Ayunda untuk menerima atau menolak panggilannya saat ini.


Tut... Tut...


Sudah hampir habis batas waktu untuk menghubungi. Namun, hasil akhirnya ia tak mendengar suara Ayunda sama sekali menjawab panggilannya itu.


"Ya ampun yank, ko malah nggak di jawab sih. Ayo lah yank please jawab telpon kakak ini. Ya, ya jawab. Kakak sekali lagi hubungi kamu nih. Yang ini kamu jawab ya panggilannya." kata Dion berharap Ayunda bisa menerima panggilan yang ke dua nya ini.


Tut... Tut...


"Ayo yank, jawab ya." kata Dion saat panggilan itu berlangsung.


Namun, saat di detik - detik terakhir panggilan itu berlangsung, tiba - tiba ia malah mendapatkan penolakan secara tiba - tiba saat ia menelpon yang ke dua ini pada Ayunda.

__ADS_1


"Lah ko malah di tolak sih. Yank jangan gini dong. Jangan buat kakak panik nih. Kamu jawab ya kakak telpon lagi nih." kata Dion setelah Ayunda menolak telpon nya.


Rasa panik kini mulai di rasakan oleh Dion saat penolakan telpon darinya pada Ayunda saat ini.


Bahkan ia sampai takut terjadi sesuatu pada Ayunda.


Ia kemudian mulai menghubungi Ayunda sampai tiga kali. Namun, hasil dari ketiga nya, Ia malah dapat terus - menerus penolakan.


Sehingga total menghubungi Ayunda sudah sebanyak lima kali dengan hasil yang membuat Dion kecewa.


"Hem... yank, jawab dong." kata Dion yang sudah lelah terus - menerus menerima penolakan dari telpon nya itu.


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


__ADS_2