
"Hadeh... Kirani... ko bisa sih, kamu berpikiran kaya gitu. Padahal tinggal jawab aja dulu. Ntar bisa nyusul kalau aku bicara lagi." kata Ririn yang tak habis pikir dengan ucapan Kirani tersebut saat menjawab ucapannya.
"Ya kan aku udah bilang biar nggak double aja jawab nya. Gimana sih kamu Ririn? masa nggak paham." kata Kirani yang jengkel karena ucapan Ririn yang seolah - olah menyalahkan ucapannya bahkan tak hanya itu Ririn pun sempat melupakan ucapan yang Kirani ucapkan dengan begitu detail itu saat menjawab ucapan Ririn tadi.
"Bukan gitu ih... tapi... pokok nya jawab dulu lah intinya kaya gitu." kata Ririn masih tetap tak mau mengalah sama sekali.
"Auah.. gelap. Nggak suka deh jadi nya." kata Kirani yang asal menjawab ucapan Ririn.
"Ih... ko jadi aneh jawabannya. Nggak nyambung tau nggak. Kamu nggak lagi sakit kan Kirani. Coba sini aku pegang jidat kamu. Untuk aku pastiin bahwa kamu nggak lagi sakit. Jadi khawatir gini deh jadinya." kata Ririn menjawab ucapan Kirani dengan rasa yang khawatir dan terheran - heran.
"Nggak ko, aku nggak sakit. Sehat malahan. Jadi nggak perlu kamu pegang ko jidat akunya." kata Kirani menjawab ucapan Ririn.
__ADS_1
"Nggak mau, aku mau nya pengang dulu jidat kamu untuk pastiin aja. Biar ilang, rasa khawatir aku. Sini coba kamu nya biar mudah aku pegang jidat kamu nya." kata Ririn masih ingin memegang jidat Kirani.
"Nggak perlu Ririn, nggak perlu. Aku nya juga sehat, nggak sakit. Jadi nggak perlu kamu pegang segala jidat nya." kata Kirani yang masih tak mau menuruti ucapan Ririn untuk memegang jidat nya saat ini.
"Ya udah kalau kamu nggak mau mendekat ke arah aku. Biar aku aja yang mendekat ke arah kamu." kata Ririn menjawab ucapan Kirani.
"Nggak usah dan nggak perlu sampai segitu nya Ririn. Aku nggak kenapa - kenapa. Kamu tau kan artinya nggak kenapa - kenapa itu seperti apa." kata Kirani menjawab ucapan Ririn.
"Iya tau lah, tapi tetep aja aku harus pastiin dulu. Sini kamu nya." kata Ririn menjawab ucapan Kirani.
"Ya udah kalau gitu. Sini aku coba pastiin." kata Ririn yang kemudian mendekat pada Kirani.
__ADS_1
"Hem... Ririn kamu nih ya, ih... nyebelin." kata Kirani yang akhirnya setuju untuk di pegang jidat nya oleh Ririn.
Karena mau setuju atau pun nggak ia tetap harus setuju. Karena tangan Ririn sudah berada di jidat nya saat ini.
"Nggak panas ko, berarti kamu beneran nggak sakit dong ya." kata Ririn yang telah memegang jidat Kirani.
"Aku kan tadi udah bilang kalau aku tuh beneran nggak sakit. Tapi kamu malah nggak percaya. Ya udah deh jadinya kaya gini kan. Sekarang kamu percaya aku nggak sakit." kata Kirani menjawab ucapan Ririn.
"Iya sekarang aku percaya. Soalnya tadi wajah kamu nya nggak meyakinkan makannya aku pengen pegang jidat kamu." kata Ririn menjawab ucapan Kirani.
"Hem... Ririn... Ririn... ada - ada aja sih kamu. Kalau bukan sahabat aku, udah aku buat kamu jadi..." kata Kirani yang sengaja tak meneruskan ucapannya itu. Agar Ririn mengeluarkan suaranya untuk bertanya kelanjutan dari ucapannya barusan.
__ADS_1
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼