
"Ya udah deh" kata Kirani menjawab ucapan Ririn.
"Tapi kira - kira kita mau bahas apa?" kata Kirani melanjutkan lagi ucapannya.
"Kita bahas nya sambil jalan aja deh. Ntar juga pasti ada ko pembahasan yang lainya." kata Ririn menjawab ucapan Kirani.
"Oke deh" kata Kirani menyetujui ucapan Ririn.
Percakapan mereka berdua pun kini terhenti dengan sendirinya.
Sementara perdebatan antara Lusi dan Cici pun tak jauh berbeda dengan yang di alami oleh Kirani dan Ririn yang langsung berhenti dengan sendirinya.
Sedangkan orang yang mereka bicarakan atau yang lebih tepatnya. Ayunda dan Dion mereka berdua kini sudah hampir sampai ke penginapan.
Namun, sebelum sampai perdebatan - perdebatan kecil masih sempat mereka lakukan saat ini.
"Kak... turunin, malu... ih... aku harus di gendong kaya gini."
__ADS_1
"Apa lagi aku kan udah gede pasti berat deh. Kakak gendong aku kaya gini. Jadi turunin ya." kata Ayunda pada Dion yang masih mencoba membujuk Dion untuk menurunkan dirinya saat ini.
"Kenapa harus malu sih yank? udah nikmati aja di gendong nya. Jangan banyak protes."
"Lagi pula siapa yang bilang kamu berat. Ini mah ringan tau nggak. Berat badan kamu juga nggak terlalu berat ko. Jadi santai dan nikmati aja, oke." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Nggak mau kak, aku maunya di turunin." kata Ayunda masih tetap ingin Dion menurunkan dirinya.
"Nanti yank, kakak juga turunin kamu ko. Tapi nanti ada saat nya. Malahan kamu akan bener - bener ada di bawah." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Di bawah, maksudnya kakak di atas tanah atau lantai kan." kata Ayunda bertanya pada Dion.
"Ih... ko gitu sih kak. Jangan gitu lah, kasih tau aku. Kakak beneran mau turunin aku di lantai atau di tanah kan." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
"Iya bawel" kata Dion akhirnya menyetujui ucapan Ayunda tersebut.
"Nah gini kan enak kak jadi nya udah ada kepastian." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
__ADS_1
"Hem... udah kan yank, kamu nggak akan bicara lagi." kata Dion menjawab ucapan Ayunda sambil bertanya juga pada Ayunda.
"Iya kak udah." kata Ayunda menjawab ucapan Dion.
Dion pun kini berjalan tanpa harus mendengar ucapan Ayunda lagi.
Beberapa menit kemudian, Dion dan Ayunda telah sampai di depan penginapan.
"Akhirnya sampai juga kak. Ayo coba turunin aku. Kakak pasti capek udah gendong aku dari danau ke penginapan." kata Ayunda pada Dion saat ia telah sampai di depan pintu penginapan.
"Nggak ko yank, nggak capek." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Nggak capek apanya kak, itu wajah kakak aja keringetan kaya gitu. Dari mananya bisa di bilang nggak capek. Jangan coba bohongin aku deh kak. Ayo turunin aku." kata Ayunda menjawab ucapan Dion sambil menunjuk wajah Dion yang berkeringat.
"Oh kalau ini mah udah biasa yank, kalau lagi olahraga kan suka keringetan. Jadi nggak masalah lagi pula tanggung tau nggak yank, bentar lagi juga nyampe." kata Dion menjawab ucapan Ayunda.
"Iya kalau kakak olahraga. Ini kan kakak gendong aku bukan olahraga. Lagi pula nih ya kak, ntar kalau mamah, papah, ibu, sama ayah liat. Aku nya jadi malu. Jadi tolong ya kak, turunin aku, please." kata Ayunda menjadi ucapan Dion.
__ADS_1
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼