
"Itu artinya kakak..." kata Ayunda yang sengaja tak meneruskan lagi ucapannya tersebut.
"Kakak apa? jangan buat kakak penasaran deh yank. Pake diem segala lagi." kata Dion yang menunggu Ayunda cukup lama untuk meneruskan kembali ucapannya itu.
"Hehehe... lucu deh kak, liat wajah kakak yang kaya gini. Em... jadi pengen..." kata Ayunda yang malah tiba - tiba di potong oleh Dion.
"Pengen lanjutin kegiatan yang tadi. Beneran yank kaya gitu maksud kamu." kata Dion yang memotong ucapan Ayunda dengan penuh semangat.
"Kegiatan kita yang tadi, maksudnya?" kata Ayunda yang malah mendadak lupa dengan yang Dion maksud pada dirinya itu.
"Itu loh yank kegiatan kita yang tadi. Kita lanjut di penginapan aja ya. Jangan di sini." kata Dion semakin membuat Ayunda kebingungan.
"Kegiatan apa sih kak? dan kenapa harus di lanjutin di penginapan?" kata Ayunda bertanya kembali pada Dion.
__ADS_1
"Ntar kakak kasih tau kalau kita udah di penginapan. Sekarang lebih baik kita pulang dulu aja ke penginapan." kata Dion sengaja berkata seperti ini pada Ayunda.
Ayunda yang mendengar ucapan Dion ini. Kemudian berbicara terlebih dahulu pada dirinya sendiri sebelum berkata lagi pada Dion.
"Yang di maksud kakak ini apaan sih? kenapa harus di penginapan dulu, di kasih tau nya. Kenapa nggak di sini aja." kata Ayunda pada dirinya sendiri.
"Argh... pusing lama - lama kalau aku terus mikirin ini. Apa aku setuju aja ya, ucapan kakak ini."
"Hem... sepertinya memang kaya gitu deh. Bodo amat ntar akan seperti apa?"
"Ya udah kak, kita langsung ke penginapan aja." ini lah kata yang Ayunda ucapakan untuk Dion setelah ia selesai berkata pada dirinya sendiri.
"Nah bagus nih yank, yuk langsung aja." kata Dion menjawab ucapan Ayunda sambil menggandeng tangan Ayunda.
__ADS_1
"Perasaan aku ko jadi nggak enak gini ya. Apalagi liat wajah kakak yang kaya senyum - senyum gitu. Ada apa sih sebenarnya?" kata Ayunda di dalam hatinya saat ia telah melihat wajah Dion yang terlihat tersenyum.
"Rencana awal berhasil nih, tinggal rencana kedua yang harus aku jalani biar berhasil juga. Siap - siap aja kamu yank. Ketemu rencana kakak yang kedua." kata Dion berbicara juga di dalam hatinya.
"Jadi nggak sabar pengen cepet - cepet jalani rencana yang kedua. Apa di percepat aja ya jalannya." kata Dion di perjalanan masih berbicara di dalam hatinya.
"Tapi kalau aku percepat, ntar sayangnya malah curiga dan tau rencana ke kedua nya aku. Bisa gagal ntar. Nggak, nggak, nggak boleh gagal nih rencana kedua." kata Dion masih berbicara di dalam hatinya.
"Bisa - bisa kalau gagal, aku yang tersiksa nanti nya. Hem... harus berpikir nih, biar sayangnya nggak curiga sampai rencana kedua berhasil." kata Dion malah semakin sibuk berbicara di dalam hatinya.
Sementara Ayunda yang di gandeng oleh Dion. Mulai merasa semakin aneh dengan sikap Dion ini. Apalagi mengenai ucapan Dion yang berkata mau melanjutkan kegiatan kita. Kata tersebut malah semakin membuat Ayunda kepikiran terus - menerus tanpa henti. Bahkan berbagai hal pun sempat Ayunda ucap kan di dalam hatinya ketika ia memikirkan hal tersebut.
Bersambung...
__ADS_1
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼