
"Ah... madam jadi seneng deh. Makasih loh cantik." kata madam Lexi menjawab ucapan si bungsu dengan suara khas yang lemah lembut nya itu.
"Hem... iya madam." kata si bungsu menjawab ucapan madam Lexi.
"Aku langsung pamit ya" kata si bungsu melanjutkan lagi ucapannya.
"Ko buru - buru sih cantik, bentar lagi aja." kata madam Lexi mencoba untuk menahan si bungsu tetap berada di dekatnya.
"Sebenernya sih, aku memang masih pengen di sini madam, tapi..." kata si bungsu belum sempat menyelesaikan ucapannya. Namun harus di potong oleh madam Lexi.
"Nah, apa lagi kamu nya masih pengen di sini. Udah temenin madam dulu aja. Ntar madam anterin kamu pulangnya. Gimana mau kan?" kata madam Lexi yang memotong ucapan si bungsu.
Sebelum menjawab ucapan madam Lexi. Si bungsu sempat mempertimbangkan tawaran madam Lexi di dalam hatinya.
"Hem... gimana nih, aku terima atau nggak ya tawaran madam Lexi. Jadi bingung deh."
"Tapi kalau aku terima, ntar malah pulang sampai malem. Bisa berabe nanti banyak pertanyaan dari ibu, ayah, mamah, papah, kakak ipar sama kak Ayunda. Ah... makin pusing nanti jawabnya."
__ADS_1
"Aku harus gimana dong sekarang. Please Anggi tenang dulu. Tarik napas buang tarik lagi buang lagi. Huh... akhirnya udah lebih baik."
"Walau masih sedikit merasa belum tenang sih. Tapi tak apa lah ini jauh lebih baik dari sebelumnya."
Itu lah kata - kata yang Anggi keluarkan di dalam hatinya. Ketika ia sedang mempertimbangkan tawaran dari madam Lexi tersebut.
"Cantik ko malah diem. Jawab dong ucapan madam." kata madam Lexi yang menunggu jawaban dari si bungsu. Tetapi tak kunjung ada, sampai madam Lexi kemudian bertanya pada si bungsu.
Si bungsu yang mendengar ucapan madam Lexi. Sempat terkejut karena tiba - tiba mendengar suara.
Lalu ia mulai berkata untuk menjawab ucapan madam Lexi.
"Maaf madam Lexi, barusan aku diem lagi berpikir dulu. Maaf ya malah buat madam Lexi nunggu." kata si bungsu yang merasa bersalah karena diem terlalu lama.
"Emangnya lagi berpikir apa?" kata madam Lexi bertanya pada si bungsu.
"Em... tawaran dari madam." kata si bungsu menjawab ucapan madam Lexi sesuai dengan yang ia bicarakan di dalam hatinya.
__ADS_1
"Oh... terus jawaban kamu apa dong buat tawaran madam itu." kata madam Lexi yang penasaran dengan jawaban si bungsu atas tawarannya.
"Aku... aku... aku... juga nggak tau madam. Bingung, di satu sisi masih pengen di sini tapi di satu sisi nya lagi takut di marahin kalau pulang terlalu sore. Jadi nya buat aku bingung madam. Ah... galau nya aku." kata si bungsu menjawab ucapan madam Lexi.
"Hahaha... hahaha... sampai buat galau ya cantik. Bisa aja kamu nih bicaranya cantik." kata madam Lexi menjawab ucapan si bungsu dengan tertawa.
"Tapi beneran loh ini madam buat aku galau. Madam harus tanggung jawab nih, udah buat aku galau." kata si bungsu menjawab ucapan madam Lexi.
"Ko jadi madam yang harus tanggung jawab." kata madam Lexi menjawab ucapan si bungsu.
"Iya kan awalnya aku jadi galau kan dari tawaran madam barusan. Makannya sekarang aku mau minta tanggung jawab ke madam." kata si bungsu menjawab ucapan madam Lexi.
"Bisa sampai gitu ya cantik." kata madam Lexi menjawab ucapan si bungsu.
Bersambung...
🌼🌼🌼🌼🌼🌼☘️☘️☘️☘️🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1